
GORONTALO – Penyakit malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina masih menjadi tantangan kesehatan global sekaligus prioritas penanganan nasional di Indonesia, bersanding dengan tuberkulosis dan HIV/AIDS. Wilayah dengan iklim tropis yang memiliki suhu hangat serta kelembapan tinggi menjadi habitat ideal bagi vektor ini untuk berkembang biak dengan cepat. Sebagai langkah preventif, masyarakat umumnya mengandalkan produk repelan (obat nyamuk) komersial. Sayangnya, mayoritas produk di pasaran mengandung bahan kimia sintetis berupa DEET (N,N-Diethyl-meta-toluamide). Meski efektif, penggunaan DEET dalam jangka panjang atau konsentrasi tinggi berisiko memicu iritasi kulit, reaksi alergi, efek neurotoksik, hingga gangguan sistem saraf. Ditambah lagi, residunya berpotensi mencemari ekosistem tanah dan perairan.
Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang terdiri dari La Ode Aman, Dizky Ramadani Putri Papeo, dan Yuniarty Antu menginisiasi sebuah inovasi ramah lingkungan bernama Eco-Repel Spray. Melalui pendekatan Community-Based Participatory Approach (CBPA), inovasi ini telah disosialisasikan dan diterapkan secara langsung kepada masyarakat di Desa Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Eco-Repel Spray mengintegrasikan dua bahan lokal yang melimpah dan selama ini sering kali hanya dianggap sebagai limbah pertanian, yaitu rambut jagung (Zea mays L.) dan daun pepaya (Carica papaya L.). Kombinasi kedua ekstrak tanaman ini terbukti secara ilmiah menghasilkan efek sinergis yang memperpanjang durasi perlindungan dari gigitan nyamuk.
Salah satu keunggulan dari Eco-Repel Spray adalah formulasi dan proses pembuatannya yang aman, murah, serta dapat dipraktikkan langsung dalam skala rumah tangga. Berikut adalah tahapan produksinya:
Inovasi Eco-Repel Spray tidak hanya merepresentasikan langkah maju di sektor kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata dari konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Perspektif One Health & Ekonomi Kreatif: Melalui pemanfaatan limbah organik, inovasi ini mengintegrasikan kesehatan manusia, kelestarian lingkungan hidup bebas kimia (prinsip zero waste), serta penguatan ekonomi lokal. Inisiatif berbasis komunitas ini mendukung pencapaian target global SDGs, khususnya Tujuan ke-3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan) serta Tujuan ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Formulasi yang bebas dari bahan kimia sintetik menjadikan produk herbal ini relatif aman digunakan oleh seluruh kelompok usia, termasuk kategori rentan seperti anak-anak dan ibu hamil. Ke depannya, produk berbasis bahan alam lokal ini berpotensi besar untuk terus dikembangkan menjadi komoditas usaha mikro atau ekonomi kreatif desa guna meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
Author: La Ode Aman, Dizky Ramadani Putri Papeo, Yuniarty Antu
Sources: https://jpmas.uho.ac.id/index.php/journal/article/download/17/17
#FKUNG#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran