Eco-Repel Spray: Inovasi Pencegahan Malaria Berbasis Zero Waste dari Limbah Rambut Jagung dan Daun Pepaya

Oleh: Jesica Mulyadi . May 27, 2026 . 19:37:35

GORONTALO – Penyakit malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina masih menjadi tantangan kesehatan global sekaligus prioritas penanganan nasional di Indonesia, bersanding dengan tuberkulosis dan HIV/AIDS. Wilayah dengan iklim tropis yang memiliki suhu hangat serta kelembapan tinggi menjadi habitat ideal bagi vektor ini untuk berkembang biak dengan cepat. Sebagai langkah preventif, masyarakat umumnya mengandalkan produk repelan (obat nyamuk) komersial. Sayangnya, mayoritas produk di pasaran mengandung bahan kimia sintetis berupa DEET (N,N-Diethyl-meta-toluamide). Meski efektif, penggunaan DEET dalam jangka panjang atau konsentrasi tinggi berisiko memicu iritasi kulit, reaksi alergi, efek neurotoksik, hingga gangguan sistem saraf. Ditambah lagi, residunya berpotensi mencemari ekosistem tanah dan perairan.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang terdiri dari La Ode Aman, Dizky Ramadani Putri Papeo, dan Yuniarty Antu menginisiasi sebuah inovasi ramah lingkungan bernama Eco-Repel Spray. Melalui pendekatan Community-Based Participatory Approach (CBPA), inovasi ini telah disosialisasikan dan diterapkan secara langsung kepada masyarakat di Desa Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Eco-Repel Spray mengintegrasikan dua bahan lokal yang melimpah dan selama ini sering kali hanya dianggap sebagai limbah pertanian, yaitu rambut jagung (Zea mays L.) dan daun pepaya (Carica papaya L.). Kombinasi kedua ekstrak tanaman ini terbukti secara ilmiah menghasilkan efek sinergis yang memperpanjang durasi perlindungan dari gigitan nyamuk.

  1. Potensi Rambut Jagung: Rambut jagung kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Flavonoid & Tanin: Berfungsi sebagai kandungan alami yang mengganggu sistem pencernaan dan pertumbuhan nyamuk. Minyak atsiri: mengandung senyawa volatil (mudah menguap) yang mengeluarkan aroma khas. Aroma ini mampu mengacaukan reseptor olfaktori (indra penciuman) nyamuk dewasa, sehingga menurunkan kemampuannya dalam mendeteksi manusia sebagai inang. Ekstrak rambut jagung juga mengandung senyawa norbergenin yang terbukti efektif menghambat pertumbuhan parasit malaria.
  2. Potensi Daun Pepaya: Daun pepaya telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional dan kini terbukti memiliki efektivitas antiparasit serta antinyamuk yang tinggi karena mengandung alkaloid papain, saponin, flavonoid, dan fenolik. Senyawa alkaloid bekerja mengganggu proses metabolisme parasit di dalam sel darah merah inang , sementara kandungan flavonoidnya mampu memberikan efek repelan yang signifikan terhadap nyamuk.

Salah satu keunggulan dari Eco-Repel Spray adalah formulasi dan proses pembuatannya yang aman, murah, serta dapat dipraktikkan langsung dalam skala rumah tangga. Berikut adalah tahapan produksinya:

  1. Persiapan Bahan: Cuci bersih 50–100 gram rambut jagung dan 10–15 helai daun pepaya segar untuk menghilangkan kotoran yang menempel.
  2. Perebusan: Rebus kedua bahan tersebut ke dalam 1.000 ml air bersih selama 20–30 menit hingga mendidih, lalu saring menggunakan kain kasa dan dinginkan hingga mencapai suhu ruang.
  3. Pencampuran Pelarut & Aroma: Di wadah terpisah, campurkan 100 ml alkohol (etanol 70%) dengan 1 ml minyak sereh (citronella oil). Minyak sereh ditambahkan untuk memberikan aroma wangi karena mengandung senyawa geraniol dan citronellal yang juga dibenci oleh nyamuk.
  4. Finalisasi: Masukkan air rebusan ekstrak tanaman secara bertahap ke dalam campuran alkohol dan minyak sereh sambil diaduk perlahan hingga menyatu dengan jernih. Tuangkan produk ke dalam botol semprot (spray) steril. Produk siap diaplikasikan.

Inovasi Eco-Repel Spray tidak hanya merepresentasikan langkah maju di sektor kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata dari konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Perspektif One Health & Ekonomi Kreatif: Melalui pemanfaatan limbah organik, inovasi ini mengintegrasikan kesehatan manusia, kelestarian lingkungan hidup bebas kimia (prinsip zero waste), serta penguatan ekonomi lokal. Inisiatif berbasis komunitas ini mendukung pencapaian target global SDGs, khususnya Tujuan ke-3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan) serta Tujuan ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Formulasi yang bebas dari bahan kimia sintetik menjadikan produk herbal ini relatif aman digunakan oleh seluruh kelompok usia, termasuk kategori rentan seperti anak-anak dan ibu hamil. Ke depannya, produk berbasis bahan alam lokal ini berpotensi besar untuk terus dikembangkan menjadi komoditas usaha mikro atau ekonomi kreatif desa guna meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Author: La Ode Aman, Dizky Ramadani Putri Papeo, Yuniarty Antu

Sources: https://jpmas.uho.ac.id/index.php/journal/article/download/17/17

#FKUNG#kedokteranung

Agenda

March 3, 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

February 9, 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

September 22, 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

July 16, 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran