Tim Medis UNG Perkuat Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan pada PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Oleh: Jesica Mulyadi . June 18, 2026 . 13:27:49

Universitas Negeri Gorontalo menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung suksesnya agenda nasional Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 dengan mengerahkan Tim Medis UNG untuk memperkuat layanan kesehatan selama pelaksanaan kegiatan di Provinsi Gorontalo. Tim medis ini merupakan kolaborasi lintas fakultas yang berasal dari Fakultas Kedokteran (FK UNG) dan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK UNG). Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo bersama jajaran tenaga kesehatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Tim Kesehatan PENAS XVII Tahun 2026 pada Rabu, 17 Juni 2026, di halaman Public Safety Center (PSC 119), Kabupaten Gorontalo. Apel ini menjadi bentuk konsolidasi akhir seluruh personel kesehatan yang akan bertugas dalam memastikan keamanan dan pelayanan medis bagi ribuan peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan apel dipimpin langsung oleh Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, yang menegaskan bahwa seluruh sistem pelayanan kesehatan telah dipersiapkan secara matang sejak jauh hari sebelum pembukaan PENAS. Menurutnya, pelayanan kesehatan bahkan telah dimulai sejak 15 Juni 2026 melalui skrining kesehatan terhadap para peserta yang mulai berdatangan di Gorontalo. Dalam momentum penting tersebut, Tim Medis UNG turut ambil bagian sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Tim medis ini dipimpin oleh Ketua Tim Medis UNG sekaligus Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK UNG, Zuhriana K. Yusuf.

Pada Apel Kesiapsiagaan, Tim Medis UNG diwakili oleh enam personel yang siap bertugas dalam mendukung pelayanan kesehatan selama PENAS XVII. Enam personel tersebut terdiri atas tiga dokter, satu bidan, satu fisioterapis, dan satu sopir ambulans. Komposisi tim ini mencerminkan kesiapan layanan kesehatan yang komprehensif, mulai dari pelayanan medis umum, kesehatan maternal, rehabilitasi, hingga dukungan mobilisasi pasien dalam situasi kegawatdaruratan.

Keterlibatan UNG dalam tim kesehatan PENAS XVII mencerminkan sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat, khususnya pada penyelenggaraan kegiatan berskala nasional. Kehadiran tenaga kesehatan dari berbagai disiplin dinilai penting untuk memastikan pelayanan yang optimal, mulai dari penanganan keluhan ringan, kegawatdaruratan medis, hingga dukungan rehabilitatif apabila dibutuhkan.

Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes menegaskan bahwa partisipasi Tim Medis UNG merupakan bentuk pengabdian institusi akademik kepada masyarakat serta kontribusi nyata dunia pendidikan kesehatan dalam mendukung agenda strategis nasional. Kolaborasi lintas profesi, menurutnya, menjadi kunci dalam memberikan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan efektif selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa sejauh pelaksanaan skrining kesehatan, belum ditemukan kendala berarti maupun keluhan dari peserta terkait layanan yang diberikan. Hal ini menunjukkan kesiapan tim kesehatan yang telah bekerja secara optimal sejak masa prakegiatan.

Pemerintah Provinsi Gorontalo juga telah menyiapkan tujuh rumah sakit rujukan untuk mendukung pelayanan medis selama PENAS XVII. Fasilitas tersebut disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk situasi darurat medis maupun protokol pelayanan khusus bagi tamu negara. Selain apel kesiapsiagaan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyematan kartu identitas (ID Card) kepada perwakilan petugas kesehatan serta penyerahan izin penggunaan frekuensi radio amatir sebagai sarana komunikasi dan koordinasi antartim kesehatan dengan panitia penyelenggara.

Dengan dukungan personel medis yang kompeten, fasilitas kesehatan yang memadai, sistem komunikasi yang terintegrasi, serta keterlibatan aktif Tim Medis UNG, Provinsi Gorontalo optimistis penyelenggaraan PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan bebas dari insiden kesehatan serius. Partisipasi Universitas Negeri Gorontalo dalam agenda nasional ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan Indonesia, tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.

Information

Agenda