
Gorontalo – Sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual, mahasiswa profesi dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjalani Stase di Ilmu Kedokteran Kegawatdaruratan dan Bercana di Badan Sar Nasional Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Gorontalo pada Kamis, 3 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mengenai peran tenaga medis dalam penanggulangan bencana secara sistematis dan terintegrasi.
Kegiatan ini mencakup beberapa pemaparan materi mengenai lecture search and research water rescue, search and rescue, water rescue, jungle rescue, high altitude rescue and evacuation, dan pelatihan water rescue pantai kurenai. Para peserta belajar langsung dari tim SAR profesional mengenai prosedur penyelamatan dan peran tenaga medis dalam situasi darurat. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi kondisi krisis dan memperkuat jejaring kerja lintas sektor kesehatan dan kebencanaan.
Pelatihan ini diharapkan mampu menyiapkan lulusan kedokteran yang tidak hanya cakap secara klinis, namun juga tangguh dan adaptif di medan darurat. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan sikap tanggap, cekatan, dan kolaboratif dalam situasi bencana. Mahasiswa dikenalkan dengan sistem kerja tim SAR, teknik evakuasi medis, serta simulasi lapangan dalam kondisi bencana nyata
#kedokteranung
#FKUNGgul
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran