AIPKI Gelar Aktapro, Mahasiswa Profesi FK UNG Uji Kesiapan Hadapi UKNPDPD

Oleh: Jesica Mulyadi . 20 April 2026 . 12:57:30

Gorontalo — Standardisasi mutu lulusan pendidikan kedokteran terus diperkuat melalui berbagai instrumen evaluasi nasional. Salah satunya melalui Asesemen Komprehensif Tahap Profesi (AKTAPRO) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia, yang diikuti oleh mahasiswa profesi dokter dari berbagai institusi, termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG). Sebanyak 11 mahasiswa profesi dokter FK UNG ambil bagian dalam kegiatan tersebut yang dilaksanakan pada Minggu, 19 April 2026. Ujian berlangsung di Laboratorium Computer-Based Test (CBT) FK UNG dengan sistem berbasis komputer, sejalan dengan model evaluasi nasional yang digunakan dalam uji kompetensi dokter di Indonesia.

Aktapro merupakan bagian dari mekanisme pemetaan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter (UKNPDPD), yang menjadi gerbang akhir sebelum memperoleh kelulusan sebagai dokter. Melalui simulasi soal terstandar nasional, mahasiswa diuji tidak hanya dari aspek pengetahuan, tetapi juga dari kemampuan analisis dan penalaran klinis.

Dalam konteks nasional, pelaksanaan tryout ini berfungsi sebagai alat ukur awal untuk memastikan kesiapan peserta sebelum mengikuti UKNPDPD. Pelaksanaan berbasis CBT dalam kegiatan ini juga mencerminkan transformasi digital dalam sistem evaluasi pendidikan kedokteran di Indonesia, yang menekankan efisiensi, objektivitas, serta integritas pelaksanaan ujian. Partisipasi mahasiswa FK UNG dalam Aktapro menunjukkan komitmen institusi dalam menjaga kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kelulusan mahasiswa dalam UKNPDPD, sekaligus memperkuat kesiapan calon dokter dalam menghadapi tantangan dunia medis yang semakin kompleks.

Melalui sinergi antara institusi pendidikan dan organisasi profesi, diharapkan sistem evaluasi seperti Aktapro dapat terus meningkatkan standar kompetensi dokter di Indonesia secara berkelanjutan.

 

Informasi

Agenda