GORONTALO – Sebuah studi kesehatan kerja terbaru yang dipublikasikan dalam Jambura Medical and Health Science Journal menyoroti ancaman kesehatan tersembunyi yang mengintai para pekerja kantoran, khususnya tenaga kependidikan (staf administrasi sekolah/universitas). Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan yang sangat signifikan antara karakteristik individu dan pola kerja harian dengan tingginya risiko keluhan Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah.
Pekerjaan administratif di lingkungan instansi pendidikan sering kali dianggap aman dari risiko cedera fisik karena dilakukan di dalam ruangan yang nyaman dan ber-AC. Namun, realitas medis menunjukkan sebaliknya. Duduk statis di depan komputer selama berjam-jam secara terus-menerus setiap hari menempatkan beban mekanis yang luar biasa pada struktur tulang belakang, yang jika diabaikan dapat memicu gangguan muskuloskeletal kronis.
Penelitian dengan desain analitik korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional ini dilakukan terhadap tenaga kependidikan di sebuah universitas. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif untuk mengukur masa kerja, beban kerja harian, serta tingkat keluhan nyeri yang dirasakan oleh para staf. Melalui uji statistik yang mendalam, para peneliti menemukan korelasi kuat pada dua faktor determinan utama:
Mengapa Duduk Terlalu Lama Merusak Punggung Bawah?
Secara biomekanika tubuh, posisi duduk sebenarnya memberikan tekanan intra-diskal (tekanan di dalam bantalan tulang belakang) yang lebih tinggi dibandingkan dengan posisi berdiri atau berbaring. Berikut adalah mekanisme mengapa aktivitas kantoran memicu LBP:
Mengingat tingginya prevalensi penemuan kasus LBP pada tenaga kependidikan dalam riset ini, para ahli kesehatan kerja merekomendasikan langkah-langkah preventif terpadu di lingkungan instansi:
Studi nasional ini membuka mata kita semua bahwa perlindungan kesehatan kerja tidak hanya mendesak bagi pekerja lapangan atau pabrik, melainkan juga mutlak diperlukan bagi para "pejuang meja kerja" demi menghindari kecacatan fungsi tubuh di masa depan.
Author: Wahyuningsih Ratna Sari, Herlina Jusuf, Jusna Ahmad, Vivien Novarina A. Kasim, Sri Manovita Pateda
Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JMHSJ/article/view/31595/pdf
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran