Ancaman TBC Anak Hambat Target SDGs, Riset Dorong Penguatan Kebijakan Nasional Berbasis Keluarga dan Lingkungan

Oleh: Jesica Mulyadi . 23 Desember 2025 . 23:05:09

GORONTALO – Upaya Indonesia mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) bidang kesehatan, khususnya eliminasi tuberkulosis pada 2030, masih menghadapi tantangan serius. Riset terbaru menunjukkan bahwa tuberkulosis (TBC) pada anak belum tertangani secara optimal akibat kuatnya faktor penularan di tingkat rumah tangga dan lingkungan tempat tinggal. Temuan tersebut diungkap dalam studi systematic literature review yang dilakukan tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan dipublikasikan dalam Jurnal Kolaboratif Sains edisi Desember 2025. Penelitian ini menelaah tujuh studi nasional periode 2018–2025 terkait faktor risiko TBC pada anak di Indonesia

Tantangan Serius bagi Target Eliminasi TBC 2030Hasil kajian menunjukkan bahwa kontak erat dengan penderita TBC dewasa, terutama di dalam rumah, menjadi faktor risiko paling dominan penularan TBC pada anak. Kondisi ini diperparah oleh lingkungan hunian yang tidak sehat, seperti rumah padat penduduk, ventilasi buruk, kelembapan tinggi, serta paparan asap rokok. Situasi tersebut dinilai berpotensi menghambat pencapaian SDGs Tujuan 3, yakni menjamin kehidupan sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua usia, termasuk target mengakhiri epidemi TBC.

Anak Kelompok Rentan yang Perlu Kebijakan KhususPenelitian juga menegaskan bahwa anak usia dini, khususnya balita, merupakan kelompok paling rentan terinfeksi TBC akibat sistem kekebalan tubuh yang belum matang. Selain itu, rendahnya pengetahuan keluarga, kondisi sosial ekonomi, serta perilaku hidup tidak sehat turut memperbesar risiko penularan. “Masalah TBC anak tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan klinis. Diperlukan intervensi kebijakan yang menyentuh keluarga dan lingkungan,” menjadi salah satu penekanan utama dalam hasil kajian tersebut.

Dorong Penguatan Kebijakan Berbasis PreventifPeneliti merekomendasikan agar kebijakan nasional pengendalian TBC lebih menekankan pendekatan preventif dan terintegrasi, antara lain melalui:

  • Penguatan skrining kontak serumah,
  • Edukasi keluarga tentang TBC dan perilaku hidup bersih dan sehat,
  • Perbaikan kualitas hunian dan lingkungan, serta
  • Kolaborasi lintas sektor antara kesehatan, perumahan, dan sosial.

Pendekatan ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan kesehatan nasional dan komitmen Indonesia dalam pencapaian SDGs.

Perlindungan Anak, Investasi Masa Depan BangsaPenelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Perlindungan anak dari TBC berarti menjaga generasi penerus bangsa agar tumbuh sehat, produktif, dan berdaya saing.

Dengan beban TBC yang masih tinggi, riset ini diharapkan menjadi rujukan ilmiah bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi nasional yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada tujuan pembangunan berkelanjutan.

Sources: https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS

Author: Nurul Fauziah Sabir, Suci Surya Rejeki Mokoginta, Moch Rasya A Islamay Otoluwa, Micheel Audrey Runtuwene, Sri Andriani Ibrahim1

 

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran