Ancaman Tersembunyi di Lingkungan Rumah: Riset Temukan Buruknya Sanitasi Dasar Jadi Pemicu Utama Diare Balita

Oleh: Jesica Mulyadi . 25 Mei 2026 . 23:29:38

KOTA GORONTALO – Sebuah studi kesehatan lingkungan dan anak terbaru yang dipublikasikan dalam Medic Nutricia: Jurnal Ilmu Kesehatan memberikan peringatan keras bagi para orang tua di Indonesia. Penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara, Kota Gorontalo ini menemukan adanya hubungan kausalitas yang sangat kuat antara kondisi sanitasi dasar rumah tangga yang tidak memenuhi syarat dengan tingginya angka kejadian diare pada anak bawah lima tahun (balita).

Penyakit diare hingga saat ini masih menduduki peringkat atas sebagai penyebab utama morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) pada anak-anak di negara berkembang, termasuk Indonesia. Bayi dan balita merupakan kelompok usia yang paling rentan terserang infeksi saluran pencernaan karena sistem imun tubuh mereka yang belum matang serta ketergantungan penuh pada higienitas pengasuhan lingkungan sekitar mereka.

Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini mengamati secara langsung kondisi kesehatan lingkungan di puluhan rumah tangga yang memiliki balita di wilayah Kota Utara. Data dikumpulkan secara komprehensif melalui observasi fisik sarana sanitasi serta wawancara terstruktur kepada para ibu. Melalui analisis statistik menggunakan uji Chi-Square, peneliti menemukan nilai signifikansi yang sangat kuat (p= = 0,000), yang menegaskan bahwa risiko balita terserang diare berbanding lurus dengan kelayakan fasilitas sanitasi dasar di rumahnya. Hasil evaluasi di lapangan memetakan potret perilaku sanitasi masyarakat sebagai berikut:

  1. Titik Lemah Pengelolaan Sampah: Tingkat kepatuhan terendah ditemukan pada sektor pengelolaan sampah rumah tangga, di mana hanya 62% keluarga yang mengelola sampahnya dengan benar dan kedap vektor penyakit. Sisanya masih menggunakan tempat sampah terbuka yang mengundang lalat.
  2. Rendahnya Kebiasaan CTPS: Kepatuhan terhadap praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebelum memberi makan anak atau setelah dari toilet juga tergolong rendah, yakni hanya sebesar 74%.

Jalur Transmisi Fekal-Oral: Bagaimana Sanitasi Buruk Memicu Diare?

Secara medis, diare pada balita umumnya disebabkan oleh infeksi mikroorganisme patogen seperti bakteri (Escherichia coli, Salmonella), virus (Rotavirus), atau parasit yang masuk ke dalam tubuh melalui jalur pencernaan (fekal-oral). Berikut adalah rute bagaimana buruknya sarana rumah tangga memicu penyakit tersebut:

  1. Pengelolaan Sampah Terbuka sebagai Vektor Penyakit: Tempat sampah yang tidak memiliki penutup rapat di area sekitar dapur menjadi media pembiakan ideal bagi lalat, kecoak, dan tikus. Lalat yang hinggap pada tumpukan sampah akan membawa jutaan bakteri patogen pada kaki dan tubuhnya, kemudian mentransfer bakteri tersebut saat hinggap di atas makanan balita atau peralatan makan bayi yang tidak disimpan di tempat tertutup.
  2. Kegagalan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS): Tangan ibu atau pengasuh merupakan media perantara mekanis yang sangat cepat. Mencuci tangan hanya dengan air mengalir tanpa sabun terbukti tidak mampu memutus lapisan lemak biologis yang mengikat kuman. Ketika tangan yang terkontaminasi digunakan untuk menyuapi anak atau meracik susu formula, kuman akan langsung bermigrasi ke dalam saluran pencernaan balita.
  3. Kontaminasi Sumber Air Bersih dan Saluran Pembuangan: Riset ini juga menggarisbawahi pentingnya kelayakan saluran pembuangan air limbah (SPAL) dan kepemilikan jamban sehat. SPAL yang terbuka atau bocor dapat merembes ke dalam tanah dan mencemari sumber air bersih atau sumur gali penduduk, sehingga air yang digunakan untuk keperluan higiene memasak menjadi tidak steril.

Menyikapi temuan riset medis ini, para praktisi kesehatan masyarakat menekankan perlunya akselerasi program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di tingkat keluarga demi menurunkan kurva penyakit diare nasional:

  1. Gerakan Stop Buang Sampah Sembarangan & Wadah Tertutup: Setiap rumah tangga wajib menyediakan tempat sampah fungsional yang memiliki tutup rapat, serta melakukan pemisahan sampah agar tidak menjadi sarang lalat di dekat permukiman.
  2. Budaya CTPS 5 Waktu Kritis: Mengedukasi para ibu secara masif mengenai 5 waktu penting cuci tangan pakai sabun: sebelum makan, sebelum menyuapi anak, sebelum memasak, setelah buang air besar, dan setelah membersihkan kotoran anak.
  3. Perbaikan Infrastruktur Sarana Dasar: Masyarakat diimbau untuk memastikan jarak septictank dengan sumur gali minimal 10 meter serta memperbaiki saluran pembuangan limbah rumah tangga agar mengalir secara tertutup dan tidak menggenang.

Studi ilmiah di Kota Gorontalo ini menjadi pengingat berharga di tingkat nasional bahwa obat terbaik untuk melindungi balita dari ancaman fatal diare bukanlah antibiotik dosis tinggi, melainkan komitmen nyata untuk menjaga kebersihan fasilitas dasar di dalam rumah kita sendiri.

Author: Sitti Luthfiyah Nurkhalisah Olii, Nanang Roswita Paramata, Sefry Markswel Pantow, Vivien Novarina A. Kasim, Muhammad Isman Jusuf

Sources: https://cibangsa.com/index.php/medicnutriciajournal/article/view/2969/2593

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran