KOTA GORONTALO – Sebuah studi kesehatan lingkungan dan anak terbaru yang dipublikasikan dalam Medic Nutricia: Jurnal Ilmu Kesehatan memberikan peringatan keras bagi para orang tua di Indonesia. Penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara, Kota Gorontalo ini menemukan adanya hubungan kausalitas yang sangat kuat antara kondisi sanitasi dasar rumah tangga yang tidak memenuhi syarat dengan tingginya angka kejadian diare pada anak bawah lima tahun (balita).
Penyakit diare hingga saat ini masih menduduki peringkat atas sebagai penyebab utama morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) pada anak-anak di negara berkembang, termasuk Indonesia. Bayi dan balita merupakan kelompok usia yang paling rentan terserang infeksi saluran pencernaan karena sistem imun tubuh mereka yang belum matang serta ketergantungan penuh pada higienitas pengasuhan lingkungan sekitar mereka.
Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini mengamati secara langsung kondisi kesehatan lingkungan di puluhan rumah tangga yang memiliki balita di wilayah Kota Utara. Data dikumpulkan secara komprehensif melalui observasi fisik sarana sanitasi serta wawancara terstruktur kepada para ibu. Melalui analisis statistik menggunakan uji Chi-Square, peneliti menemukan nilai signifikansi yang sangat kuat (p= = 0,000), yang menegaskan bahwa risiko balita terserang diare berbanding lurus dengan kelayakan fasilitas sanitasi dasar di rumahnya. Hasil evaluasi di lapangan memetakan potret perilaku sanitasi masyarakat sebagai berikut:
Jalur Transmisi Fekal-Oral: Bagaimana Sanitasi Buruk Memicu Diare?
Secara medis, diare pada balita umumnya disebabkan oleh infeksi mikroorganisme patogen seperti bakteri (Escherichia coli, Salmonella), virus (Rotavirus), atau parasit yang masuk ke dalam tubuh melalui jalur pencernaan (fekal-oral). Berikut adalah rute bagaimana buruknya sarana rumah tangga memicu penyakit tersebut:
Menyikapi temuan riset medis ini, para praktisi kesehatan masyarakat menekankan perlunya akselerasi program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di tingkat keluarga demi menurunkan kurva penyakit diare nasional:
Studi ilmiah di Kota Gorontalo ini menjadi pengingat berharga di tingkat nasional bahwa obat terbaik untuk melindungi balita dari ancaman fatal diare bukanlah antibiotik dosis tinggi, melainkan komitmen nyata untuk menjaga kebersihan fasilitas dasar di dalam rumah kita sendiri.
Author: Sitti Luthfiyah Nurkhalisah Olii, Nanang Roswita Paramata, Sefry Markswel Pantow, Vivien Novarina A. Kasim, Muhammad Isman Jusuf
Sources: https://cibangsa.com/index.php/medicnutriciajournal/article/view/2969/2593
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran