Asesmen Lapangan Pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif di FK UNG

Oleh: Jesica Mulyadi . 23 Desember 2025 . 19:37:25

Gorontalo, 23 Desember 2025 — Asesmen lapangan sebagai bagian dari proses pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi dan Terapi Intensif di gelar di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) pada Senin (23/12/2025). Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk menilai kesiapan institusi dalam menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis sesuai standar nasional. Hal ini merupakan hasil penugasan Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi berdasarkan SK Nomor 1111/B/DT.03.07/2025 tanggal 03 Oktober 2025.  

Asesmen dilakukan oleh tim asesor yang ditugaskan untuk melakukan penilaian terhadap berbagai aspek, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, kurikulum, sistem pembelajaran, sarana dan prasarana, hingga jejaring rumah sakit pendidikan yang akan menjadi wahana praktik klinik mahasiswa. Adapun asesor yang ditugaskan yaitu Dr. dr. Haizah Nurdin, Sp.An-KIC, dan Dr. dr. Hamzah, Sp.An-TI, KNA., KIC.

Dalam pelaksanaannya, tim asesor melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas penunjang pendidikan, seperti ruang perkuliahan, laboratorium, serta unit-unit pelayanan anestesi di rumah sakit mitra. Selain itu, dilakukan pula diskusi dan wawancara dengan pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta mitra klinik.

PIC Pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif sekaligus Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Umum, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes menyampaikan hal ini merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis yang masih terbatas, khususnya di kawasan Indonesia timur. “Kehadiran program ini diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan dan meningkatkan ketersediaan dokter spesialis anestesi yang kompeten dan berintegritas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh proses persiapan program studi dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan kedokteran, serta menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang anestesiologi. Sementara itu, tim asesor menyampaikan bahwa asesmen lapangan bertujuan untuk memastikan seluruh komponen pendukung pendidikan telah terpenuhi. Hasil penilaian ini nantinya akan menjadi dasar penetapan kelayakan program studi untuk memperoleh izin operasional.

Dengan terlaksananya asesmen lapangan ini, FK UNG berharap Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif dapat segera dibuka secara resmi dan mulai menerima mahasiswa dalam waktu dekat. Program ini diharapkan mampu berkontribusi dalam mencetak dokter spesialis unggul yang siap mengabdi bagi masyarakat dan memperkuat layanan kesehatan nasional, terutama dikawasan Teluk Tominik.

 

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran