BESTIE ASI, Upaya Edukasi untuk Meningkatkan Cakupan ASI Eksklusif di Gorontalo

Oleh: Jesica Mulyadi . 31 Desember 2025 . 13:05:15

Gorontalo — Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada enam bulan pertama kehidupan. Namun, cakupan ASI eksklusif di berbagai daerah Indonesia masih tergolong rendah. Di Provinsi Gorontalo, angka pemberian ASI eksklusif bahkan masih berada di bawah rata-rata nasional, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kota Timur, Kota Gorontalo. Kondisi ini mendorong dilaksanakannya program edukasi BESTIE ASI, sebuah pendekatan komprehensif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif setelah melahirkan.

ASI, Fondasi Kesehatan Sejak Awal KehidupanSeribu hari pertama kehidupan merupakan masa paling krusial bagi tumbuh kembang anak. Pada periode ini, asupan gizi yang optimal berperan penting dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh, perkembangan otak, serta kesehatan jangka panjang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI secara eksklusif selama enam bulan pertama, dilanjutkan hingga usia dua tahun dengan makanan pendamping. ASI mengandung nutrisi lengkap, antibodi, serta zat pelindung yang tidak dapat digantikan oleh susu formula. Selain bermanfaat bagi bayi, menyusui juga memberikan dampak positif bagi ibu, seperti menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium, serta memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak.

Tantangan Rendahnya ASI EksklusifMeski manfaat ASI sudah banyak diketahui, praktik di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua ibu mampu memberikan ASI eksklusif. Di Puskesmas Kota Timur, cakupan ASI eksklusif masih tergolong rendah. Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi ini antara lain kurangnya pengetahuan ibu, minimnya keterampilan menyusui, terbatasnya dukungan keluarga, serta faktor psikologis seperti stres dan kecemasan saat menyusui. Ibu hamil, terutama yang baru pertama kali mengandung, kerap menghadapi berbagai mitos dan kekhawatiran seputar ASI, mulai dari anggapan ASI tidak cukup hingga kesulitan teknik menyusui. Kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi sejak masa kehamilan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif.

Program BESTIE ASI, Edukasi Menyeluruh untuk Ibu HamilSebagai upaya menjawab tantangan tersebut, tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Kota Timur pada 30 September 2025. Kegiatan ini menyasar 15 ibu hamil melalui program BESTIE ASI, singkatan dari Breast Care, Essential Nutrients, Storage, Technique, and Stress Managed ASI. Edukasi diberikan menggunakan media video dan presentasi PowerPoint, yang dirancang interaktif dan mudah dipahami. Materi yang disampaikan meliputi perawatan payudara, teknik menyusui yang benar, cara memerah dan menyimpan ASI, kandungan gizi ASI, hingga pengelolaan stres selama masa menyusui. Pendekatan audio-visual dipilih karena dinilai mampu membantu ibu memahami materi secara lebih jelas melalui contoh visual dan penjelasan yang terstruktur.

Edukasi Terbukti Meningkatkan PengetahuanHasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu hamil setelah mengikuti edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,67 sebelum edukasi menjadi 70,67 setelah edukasi. Selain peningkatan skor, ibu hamil juga mampu menjelaskan kembali materi dan mempraktikkan simulasi teknik menyusui dengan lebih percaya diri. Media video membantu ibu melihat langsung contoh posisi menyusui dan pelekatan bayi, sementara PowerPoint berperan menyederhanakan informasi kompleks menjadi poin-poin penting yang mudah diingat. Kombinasi kedua media ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan ibu menghadapi masa menyusui.

Investasi Kesehatan Jangka PanjangProgram BESTIE ASI menunjukkan bahwa peningkatan cakupan ASI eksklusif dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu edukasi yang tepat sasaran sejak masa kehamilan. Dengan pengetahuan yang baik, ibu akan lebih siap secara fisik dan mental untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Upaya ini tidak hanya berdampak pada kesehatan bayi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan. ASI bukan sekadar pilihan, melainkan investasi kesehatan jangka panjang yang perlu didukung oleh keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar.

 

Author: Sri Andriani Ibrahim, St. Rahma, Jesica Mulyadi, Dian Pratiwi Iman, Sitty Fadhila Fitrianty Lahay, Sulaiman Putra Nagaring, Astri Anita

Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/damhil/article/view/35657/12270

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran