Bukan Sekadar Antibiotik: Studi Ungkap Potensi Doxycycline dalam Menjinakkan Tekanan Darah Tinggi

Oleh: Jesica Mulyadi . 2 Mei 2026 . 22:22:39

Selama puluhan tahun, dunia medis mengenal Doxycycline sebagai senjata ampuh melawan infeksi bakteri. Namun, sebuah riset kolaboratif terbaru yang melibatkan peneliti dari Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Gorontalo mengungkap sisi lain dari obat ini: kemampuannya dalam menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular and Cellular Biomedical Sciences ini memberikan harapan baru bagi jutaan penderita hipertensi melalui pendekatan farmakologi molekuler yang mendalam.

Melawan Hipertensi dari "Akar" Molekuler

Hipertensi sering kali disebabkan oleh ketidakseimbangan sistem dalam tubuh yang disebut Renin-Angiotensin System (RAS). Sistem ini bertanggung jawab mengatur tekanan darah. Ketika sistem RAS bekerja terlalu aktif, pembuluh darah menyempit dan tekanan darah pun melonjak. Melalui teknik molecular docking (simulasi komputer untuk melihat kecocokan obat dengan target tubuh) dan uji coba pada hewan, para peneliti menemukan bahwa Doxycycline bekerja seperti "kunci" yang pas untuk menghambat reseptor pemicu tekanan darah tinggi (reseptor AT1).

Hasil Nyata pada Tekanan Darah

Dalam eksperimen yang dilakukan, penggunaan Doxycycline menunjukkan hasil yang signifikan. Obat ini tidak hanya menurunkan tekanan darah sistolik (angka atas pada tensi), tetapi juga menormalkan detak jantung. Temuan ini menunjukkan bahwa Doxycycline memiliki efek pleiotropik—artinya, selain membunuh bakteri, ia juga memiliki kemampuan melindungi pembuluh darah dan mengatur hormon yang memicu darah tinggi. 

Mengapa ini penting bagi masyarakat?

Hipertensi dijuluki sebagai "The Silent Killer" karena sering kali tidak bergejala, namun memicu stroke dan serangan jantung. Meskipun sudah banyak obat darah tinggi yang beredar, penemuan potensi baru dari obat yang sudah ada (drug repurposing) seperti Doxycycline dapat membuka jalan bagi pengobatan yang lebih terjangkau dan efektif di masa depan. Namun, para ahli memberikan catatan penting bagi masyarakat: Jangan mengonsumsi Doxycycline untuk mengobati darah tinggi tanpa pengawasan dokter. Penelitian ini masih berada pada tahap pengembangan ilmiah untuk memahami mekanisme kerjanya secara mendalam.

Menuju Pengobatan Masa Depan

Studi ini menekankan bahwa masa depan pengobatan hipertensi mungkin tidak hanya bergantung pada obat-obat konvensional. Dengan memanfaatkan teknologi molekuler, para ilmuwan kini bisa melihat potensi tersembunyi dari obat-obatan lama untuk melawan penyakit modern. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi riset antaruniversitas di Indonesia terus bergerak maju untuk menemukan solusi kesehatan yang inovatif bagi bangsa.

Sources: https://www.cellbiopharm.com/ojs/index.php/MCBS/article/view/744/202

Author: Ariski Fajarido, Fadilah Wawaimuli Arozal, Jaka Fajar Fatriansyah, Agrin Febrian Pradana, Edwina Rugayah Monayo

#FKUNG

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran