Suwawa — Upaya membangun kesadaran sejak dini terhadap ancaman bencana terus digencarkan. Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) menggelar kegiatan sosialisasi mitigasi bencana tanah longsor di SMP Negeri 3 Suwawa dengan mengusung tema “Cerdas membaca tanda, tangguh menghadapi bencana”. Kegiatan ini bertujuan membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi risiko longsor, khususnya di wilayah rawan bencana.
Dalam pemaparannya, tim FK UNG menjelaskan bahwa tanah longsor merupakan peristiwa pergerakan massa tanah atau batuan ke arah bawah akibat gaya gravitasi, yang umumnya dipicu hujan lebat, kondisi tanah yang rapuh, kemiringan lereng yang terjal, serta aktivitas manusia seperti penggundulan hutan dan pembangunan di area lereng. Longsor dapat terjadi secara perlahan maupun tiba-tiba, sehingga kewaspadaan menjadi kunci utama keselamatan.
Tidak hanya membahas penyebab, peserta sosialisasi juga diperkenalkan pada berbagai dampak tanah longsor, mulai dari kerusakan sarana fisik, terganggunya ekosistem dan siklus hidrologi, hingga menimbulkan korban jiwa serta kerugian sosial dan ekonomi. Melalui contoh visual dan ilustrasi, siswa diajak memahami bahwa bencana bukan sekadar peristiwa alam, tetapi juga berkaitan erat dengan perilaku manusia terhadap lingkungan.
Materi mitigasi disampaikan secara sistematis, mencakup langkah pra bencana, saat bencana, hingga pasca bencana. Pada tahap pra bencana, siswa diajak menjaga lingkungan dengan menanam pohon, tidak membuang sampah ke saluran air, mengenali tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah dan air sumur keruh, serta memahami jalur evakuasi. Saat terjadi longsor, peserta dibekali langkah penyelamatan diri sesuai kondisi—baik ketika berada di rumah, di luar rumah, maupun di lingkungan sekolah—dengan prinsip utama tetap tenang, menjauhi lereng, dan mengikuti arahan guru.
Menariknya, sosialisasi ini juga dilengkapi dengan edukasi teknik evakuasi korban bencana dan pertolongan pertama sederhana, seperti teknik menarik, memapah, mengangkat korban dengan satu hingga tiga penolong, serta pengenalan teknik balut dan bidai. Penyampaian materi dikemas secara interaktif, termasuk melalui lagu edukatif bertema “Awas Tanah Longsor” agar pesan keselamatan mudah dipahami dan diingat oleh siswa.
Melalui kegiatan ini, FK UNG menegaskan komitmennya dalam penguatan edukasi kebencanaan berbasis sekolah. Diharapkan, para siswa tidak hanya memahami risiko bencana tanah longsor, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya—cerdas membaca tanda alam, peduli lingkungan, dan tangguh menghadapi bencana.
Sources : Kelompok V, Stase IKKB Profesi Dokter
Dosen Pembimbing: Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran