
Gorontalo — Isu penguatan performa dan kesehatan atlet petanque menjadi salah satu sorotan dalam Seminar Nasional bertema “Penguatan Pengetahuan dan Implementasi Olahraga Petanque dalam Pembelajaran PJOK Berbasis Deep Learning” yang digelar di Aula Rektorat Lantai 4 Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kamis (5/2/2026). Dalam forum akademik yang menghadirkan pakar pendidikan jasmani dan olahraga dari berbagai perguruan tinggi tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) sekaligus Ketua FOPI Provinsi Gorontalo, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, M.Kes., turut tampil sebagai narasumber dengan mengangkat topik mengenai kebutuhan dasar dan penunjang atlet petanque dari perspektif medis dan kesehatan olahraga.
Pada paparannya, Dekan FK UNG menekankan bahwa pengembangan cabang olahraga petanque tidak hanya berfokus pada teknik dan strategi permainan, tetapi juga pada aspek kesehatan atlet secara komprehensif. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan atlet mencakup pemenuhan gizi seimbang, manajemen kebugaran fisik, pencegahan cedera, hingga pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. “Petanque memang terlihat sebagai olahraga dengan intensitas sedang, namun tetap memerlukan stabilitas otot, konsentrasi tinggi, serta daya tahan fisik yang terukur. Tanpa dukungan medis dan pengelolaan kesehatan yang baik, performa atlet sulit berkembang secara optimal,” ujarnya di hadapan peserta seminar yang terdiri dari guru, dosen, mahasiswa, serta praktisi olahraga.
Seminar nasional ini menghadirkan keynote speaker Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., serta sejumlah narasumber nasional lainnya dari kalangan akademisi dan pengurus organisasi olahraga.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat integrasi antara ilmu kedokteran, pendidikan jasmani, dan pendekatan deep learning dalam pembelajaran PJOK. Pendekatan berbasis data dan analisis mendalam dinilai dapat membantu pemetaan kebutuhan atlet sejak usia dini, termasuk identifikasi potensi risiko cedera dan pengembangan program latihan yang lebih presisi.
Partisipasi FK UNG dalam seminar ini menegaskan peran strategis institusi pendidikan kedokteran dalam mendukung pembinaan olahraga daerah dan nasional. Melalui kolaborasi lintas disiplin, pengembangan petanque diharapkan tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada aspek keselamatan dan kesehatan atlet secara berkelanjutan.
Seminar nasional tersebut sekaligus menjadi wadah sinergi antara akademisi dan praktisi dalam mendorong kemajuan olahraga petanque sebagai bagian dari penguatan pendidikan jasmani di Indonesia.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran