Dokter Muda Indonesia Lulusan FK UNG Tembus Symposium Dermatologi Internasional Harvard, Angkat Isu Pekerja Informal Perempuan

Oleh: Jesica Mulyadi . 21 Mei 2026 . 14:49:15

JAKARTA – Kiprah dokter muda Indonesia kembali mendapat perhatian di forum akademik internasional. dr. Taufiq Qurrohman, dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, berhasil lolos seleksi dan diundang untuk mempresentasikan karya ilmiahnya pada MGB Dermatology Medical Student Virtual Research Symposium 2026 yang diselenggarakan oleh Mass General Brigham Dermatology bersama Harvard Combined Dermatology Residency Program.

Forum tersebut merupakan simposium riset internasional di bidang dermatologi yang mempertemukan mahasiswa kedokteran, dokter muda, residen, peneliti, dan akademisi dari berbagai negara untuk mempresentasikan penelitian serta laporan kasus terpilih di bidang kesehatan kulit dan okupasi. Pada penyelenggaraan tahun 2026, lebih dari 200 abstrak ilmiah dari berbagai institusi dunia dinyatakan lolos seleksi dan diundang untuk dipresentasikan. Di antara peserta internasional tersebut, dr. Taufiq mengangkat isu kesehatan pekerja informal perempuan di Indonesia melalui abstrak berjudul “Beyond the Sink: A Dilemma Case of Oxidized Limonene-Induced Cumulative Irritant Contact Dermatitis in Indonesia’s Informal Economy.”

Abstract tersebut berhasil memperoleh status accepted dan dipresentasikan pada sesi Visual Abstract Presentation yang digelar secara virtual pada 20 Mei 2026. Penelitian itu mengangkat kasus dermatitis kontak iritan kumulatif akibat paparan oxidized limonene, senyawa kimia yang banyak ditemukan dalam bahan pembersih rumah tangga dan produk berbasis citrus. Kasus ditemukan saat dr. Taufiq menjalani Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) di salah satu puskesmas jejaring pendidikan FK UNG bersama rekan satu kelompoknya.

Temuan tersebut kemudian berkembang menjadi laporan kasus ilmiah yang menyoroti minimnya perhatian terhadap penyakit kulit akibat kerja pada pekerja sektor informal, khususnya perempuan yang terpapar bahan iritan secara berulang dalam aktivitas sehari-hari tanpa perlindungan kesehatan kerja yang memadai. Pengembangan penelitian dilakukan melalui kolaborasi multidisiplin bersama KSM Dermatologi FK UNG yang melibatkan dr. Nurfahira Salim, dr. Nur Mir’atul Ginaya Rahman, dan dr. Ananda S. Rauf, serta KSM IKM-IKK FK UNG bersama dr. Rachma Olfiyanti Maksud, M.Kes, Sp.DVE., dr. Nurhaeda Azis, M.K.M, Sp.DVE, FINSDV, FAADV., Dr. dr. Sri A. Ibrahim, M.Kes, dan dr. Sandra L. Dunggio. Kolaborasi tersebut memperkuat aspek dermatologi klinis, kesehatan masyarakat, hingga kesehatan kerja dari kasus yang diteliti.

Dalam simposium internasional tersebut, dr. Taufiq mempresentasikan hasil penelitiannya menggunakan format visual abstract, yakni metode presentasi ilmiah modern berbasis infografik dan visual ringkas berdurasi sekitar dua menit yang kini banyak digunakan pada konferensi riset global. Kesempatan tersebut menjadi momentum penting untuk membawa isu kesehatan masyarakat Indonesia ke ruang diskusi akademik internasional, sekaligus membuka dialog langsung dengan fakultas dermatologi, residen Harvard Dermatology, dan peneliti dari berbagai institusi dunia.

Menurut dr. Taufiq, penelitian berbasis masalah nyata di masyarakat memiliki peluang besar untuk mendapat perhatian global apabila dikembangkan secara ilmiah dan kolaboratif. “Kasus yang ditemui di layanan kesehatan primer sebenarnya menyimpan banyak persoalan penting yang relevan secara internasional. Dari daerah pun kita tetap bisa berkontribusi dalam forum akademik dunia,” ujarnya.

Keikutsertaan lulusan FK UNG dalam simposium yang diselenggarakan institusi afiliasi Harvard Medical School ini sekaligus menunjukkan bahwa penelitian kedokteran dari Indonesia, termasuk yang berangkat dari persoalan kesehatan komunitas dan pekerja informal, mampu bersaing serta memperoleh pengakuan di tingkat global. Capaian tersebut juga menjadi motivasi bagi mahasiswa kedokteran dan dokter muda Indonesia untuk terus aktif melakukan riset ilmiah yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak terhadap pengembangan pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia.

 

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran