Edukasi Gizi Ibu Balita Terbukti Tingkatkan Pencegahan Stunting di Gorontalo

Oleh: Jesica Mulyadi . 27 Desember 2025 . 23:50:36

GORONTALO – Upaya menekan angka stunting di Indonesia membutuhkan peran aktif keluarga, terutama ibu balita. Sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan tim dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan bahwa edukasi gizi seimbang secara langsung mampu meningkatkan pengetahuan ibu balita secara signifikan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat desa. Kegiatan tersebut dilaporkan dalam Jurnal Kolaboratif Sains edisi September 2025. Program edukasi dilaksanakan di Desa Hungayonaa, Kabupaten Boalemo, wilayah yang selama beberapa tahun terakhir mencatat angka stunting di atas ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Pengetahuan Ibu Meningkat TajamSebelum edukasi dilakukan, sebagian besar ibu balita masih memiliki pemahaman terbatas mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan kurang dan cukup. Namun setelah mengikuti sosialisasi, jumlah ibu dengan pengetahuan baik meningkat drastis. Berdasarkan hasil post-test, ibu balita dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 4 orang menjadi 18 orang, sementara kategori pengetahuan kurang menurun signifikan. Hasil ini menegaskan bahwa edukasi gizi yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan metode interaktif efektif meningkatkan pemahaman masyarakat.

Pendekatan Partisipatif Jadi KunciEdukasi dilakukan melalui pendekatan partisipatif, diskusi interaktif, serta pemanfaatan media leaflet dan video edukatif. Materi yang disampaikan meliputi konsep gizi seimbang, pentingnya pemberian ASI eksklusif, pengaturan menu harian anak, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin. Melalui pendekatan ini, ibu balita tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak berdialog dan berbagi pengalaman terkait pola makan dan kesehatan anak sehari-hari.

Stunting Masih Jadi Tantangan SeriusStunting masih menjadi persoalan nasional, terutama di wilayah pedesaan. Data menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, beberapa wilayah di Kabupaten Boalemo mencatat prevalensi stunting di atas 30 persen, jauh melebihi target WHO yang menetapkan angka stunting ideal di bawah 20 persen. Rendahnya pengetahuan gizi, keterbatasan akses pangan bergizi, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan menjadi faktor utama terjadinya stunting.

Dukung Target Nasional dan SDGsPeneliti menegaskan bahwa peningkatan literasi gizi ibu balita merupakan langkah strategis dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting, sekaligus selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 2 dan Tujuan 3, yakni menghapus kelaparan dan menjamin kehidupan sehat bagi semua usia. Program edukasi seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan. Dengan penguatan peran ibu sebagai penggerak kesehatan keluarga, pencegahan stunting dapat dimulai dari rumah dan berdampak luas bagi kualitas generasi masa depan.

 

Sources: https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/8448/5963

Author: Faramita Hiola, Putri ayuningtias mahdang, Nanang R. Paramata

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran