Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi dan membawa dampak besar bagi kesehatan masyarakat. Di antara kelompok terdampak, ibu hamil dan ibu menyusui termasuk kelompok paling rentan. Kondisi fisik yang berubah, kebutuhan gizi yang meningkat, serta faktor psikologis menjadikan kelompok ini memerlukan perhatian dan pendampingan khusus, terutama saat berada dalam situasi darurat. Edukasi kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko komplikasi kehamilan, gangguan kesehatan ibu, serta masalah pada bayi selama dan setelah bencana banjir.
Risiko Banjir bagi Ibu Hamil dan MenyusuiBanjir dapat meningkatkan risiko stres, gangguan kesehatan, hingga komplikasi kehamilan. Beberapa risiko yang dapat terjadi pada ibu hamil antara lain stres berat, risiko keguguran, serta kelahiran prematur. Kondisi lingkungan yang lembap, keterbatasan akses layanan kesehatan, dan kurangnya sanitasi juga dapat memperparah kondisi kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui perlu dibekali pengetahuan untuk mengenali tanda bahaya dan melakukan langkah perlindungan diri secara tepat.
Upaya Pencegahan dan Mitigasi Sebelum BanjirPada fase pencegahan, masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam mengurangi risiko banjir, seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan saluran air, menanam pohon, serta membuat biopori dan tanggul sederhana. Upaya ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap perlindungan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, ibu hamil dan menyusui disarankan untuk mempersiapkan diri sebelum banjir terjadi, antara lain dengan memahami jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga, serta mempelajari cara memerah dan menyimpan ASI dengan aman sebagai langkah antisipasi saat kondisi darurat.
Langkah Aman Saat Terjadi BanjirKetika banjir terjadi, ibu hamil dan menyusui dianjurkan untuk selalu memperbarui informasi terkait kondisi banjir, segera menuju tempat yang lebih tinggi dan aman, serta mematikan aliran listrik jika memungkinkan. Penggunaan tongkat atau kayu saat berjalan di area banjir dapat membantu menjaga keseimbangan dan menghindari cedera. Komunikasi juga menjadi hal penting. Ibu hamil perlu mencari bantuan untuk proses evakuasi dan memastikan alat komunikasi tetap tersedia agar dapat menghubungi keluarga atau petugas kesehatan.
Pemantauan Kesehatan Ibu dan Janin Selama BanjirSelama berada di pengungsian, pemantauan kesehatan ibu hamil tetap harus dilakukan. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan meliputi gerak janin, tekanan darah, pembengkakan pada wajah atau kaki, serta tanda-tanda infeksi seperti demam atau cairan vagina berbau. Ibu hamil juga perlu waspada terhadap tanda bahaya kehamilan, seperti perdarahan, nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, tidak merasakan gerak janin, sesak napas berat, hingga demam tinggi. Jika muncul salah satu tanda tersebut, ibu hamil harus segera melapor kepada petugas kesehatan.
Perlindungan Bayi dan Pencegahan HipotermiaBayi yang lahir atau berada di pengungsian berisiko mengalami hipotermia, yang ditandai dengan kondisi bayi tampak lesu, kulit pucat dan dingin, menolak menyusu, serta kesulitan bernapas. Penanganan awal yang dapat dilakukan antara lain menjaga bayi tetap hangat dan kering, membedong bayi, serta menghangatkan bayi melalui Kangaroo Mother Care, yaitu kontak kulit langsung antara ibu dan bayi.
Pengelolaan Pengungsian Ramah Ibu dan AnakTempat pengungsian yang ramah bagi ibu hamil dan menyusui sangat diperlukan. Pengelompokan ibu hamil dan menyusui, menjaga kebersihan lingkungan, pendampingan psikologis untuk mengurangi stres, serta pemenuhan asupan makanan bergizi menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi selama di pengungsian.
Tips Menjaga Kesehatan Selama di PengungsianSelama tinggal di pengungsian, ibu hamil dan menyusui dianjurkan untuk selalu memberi tahu relawan atau petugas kesehatan tentang kondisi yang dirasakan. Obat dan vitamin perlu dikonsumsi sesuai anjuran, serta kebiasaan mencuci tangan harus tetap dilakukan. Mengurangi stres dengan minum air putih yang cukup, beristirahat, mengonsumsi makanan matang dan air bersih, serta menjaga kebersihan diri merupakan langkah sederhana namun sangat penting. Penggunaan sandal atau sepatu saat berjalan di area banjir juga dianjurkan untuk mencegah cedera dan infeksi.
PenutupEdukasi kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui dalam situasi banjir merupakan bagian penting dari upaya perlindungan kelompok rentan saat bencana. Dengan pengetahuan yang tepat, ibu hamil dan menyusui dapat mengenali risiko, melakukan langkah pencegahan, serta menjaga kesehatan diri dan bayinya meskipun berada dalam kondisi darurat. Perlindungan ibu dan anak adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat, bahkan di tengah bencana.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran