Gorontalo – Upaya penguatan kesiapsiagaan bencana sejak dini terus digencarkan. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Departemen Ilmu Kedokteran dan Kegawatdaruratan Bencana melaksanakan kegiatan Edukasi Mitigasi Bencana Gempa Bumi di SMA Negeri 3 Kota Gorontalo, Selasa (14/10/2025). Kegiatan edukatif tersebut turut dihadiri oleh Ketua Tim Kebencanaan Universitas Negeri Gorontalo serta Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran UNG, yang juga bertindak sebagai dosen pembimbing mahasiswa, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes. Kehadiran pimpinan dan dosen pendamping ini menegaskan komitmen institusi dalam mendukung penguatan literasi kebencanaan di lingkungan pendidikan.
Edukasi mitigasi ini menyasar pelajar sebagai kelompok strategis dalam membangun budaya sadar bencana, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan gempa tertinggi di dunia. Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bahwa lebih dari 148 juta penduduk Indonesia tinggal di wilayah rawan gempa, dengan ribuan kejadian gempa tercatat sepanjang sejarah modern Indonesia, yang berpotensi menimbulkan korban jiwa dan kerusakan masif.
Materi edukasi disampaikan secara komprehensif dan interaktif, mencakup pengertian gempa bumi, jenis-jenis gempa, potensi gempa megathrust, hingga dampak lanjutan seperti tsunami, longsor, dan kerusakan infrastruktur. Penyampaian materi dikemas secara komunikatif melalui visual, diskusi, serta simulasi ringan agar mudah dipahami oleh siswa. Selain penguatan aspek pengetahuan, peserta juga dibekali langkah-langkah mitigasi praktis, mulai dari persiapan sebelum gempa, tindakan yang harus dilakukan saat gempa berlangsung, hingga upaya pascagempa. Simulasi evakuasi menjadi salah satu agenda utama untuk melatih respons cepat, tertib, dan aman saat menghadapi situasi darurat.
Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes, menegaskan bahwa edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis dalam menekan risiko korban jiwa akibat bencana. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membentuk sikap sigap, tidak panik, serta kemampuan melindungi diri dan lingkungan sekitar ketika gempa terjadi. Pihak SMA Negeri 3 Kota Gorontalo menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai edukasi mitigasi bencana sebagai kebutuhan penting bagi peserta didik, khususnya di wilayah Indonesia timur yang juga memiliki potensi risiko gempa dan tsunami.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran UNG berharap pelajar tidak hanya memahami ancaman gempa bumi secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk menyelamatkan diri. Edukasi mitigasi sejak dini dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi bencana
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran