Edukasi Mitigasi Longsor Diperkuat Sejak Dini, Mahasiswa Profesi Dokter FK UNG Sosialisasi Kebencanaan di SMP Negeri 3 Suwawa

Oleh: Jesica Mulyadi . 12 Desember 2025 . 10:26:57

Bone Bolango, Gorontalo — Upaya penguatan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini terus digencarkan. Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) menggelar kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana Tanah Longsor di SMP Negeri 3 Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, pada Rabu, 11 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan pelajar terhadap ancaman bencana tanah longsor, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Kebencanaan Universitas Negeri Gorontalo, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran UNG, sekaligus dosen pembimbing mahasiswa, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes, bersama dosen dan mahasiswa FK UNG yang terlibat langsung sebagai fasilitator edukasi. Dalam kegiatan ini, siswa dibekali pengetahuan dasar mengenai pengertian tanah longsor, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh peserta didik.

Selain pemaparan teori, siswa juga diajak mengenali tanda-tanda awal tanah longsor, seperti munculnya retakan tanah, air sumur yang berubah keruh, hingga pohon atau tiang yang mulai miring. Edukasi turut menekankan pentingnya mengetahui jalur evakuasi, titik kumpul, serta sikap yang harus diambil apabila bencana terjadi saat berada di sekolah maupun di rumah.

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes, menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana. “Anak-anak perlu dibekali pengetahuan sejak dini agar mampu mengenali risiko di lingkungan sekitar dan mengetahui cara menyelamatkan diri. Mitigasi bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama, termasuk institusi pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di tengah masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan siswa. Dengan pendekatan edukatif yang disesuaikan dengan usia peserta, diharapkan pemahaman tentang mitigasi bencana tanah longsor dapat tertanam sejak dini dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, FK UNG menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam pengurangan risiko bencana melalui edukasi berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi bencana.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran