Banjir merupakan bencana yang tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa. Banyak korban banjir mengalami cedera, hipotermia, hingga tenggelam karena kurangnya pengetahuan tentang langkah keselamatan dan pertolongan pertama. Oleh karena itu, edukasi penanganan kegawatdaruratan saat banjir menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana. Pengetahuan sederhana yang dimiliki sejak dini dapat membantu masyarakat bertindak cepat, tepat, dan aman dalam situasi darurat.
Pentingnya Kesiapsiagaan Sebelum BanjirKesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam menghadapi banjir. Masyarakat dianjurkan menyiapkan tas siaga bencana yang mudah dijangkau sebelum bencana terjadi. Tas ini idealnya berisi dokumen penting dalam plastik kedap air, makanan dan minuman untuk kebutuhan minimal tiga hari, obat-obatan pribadi dan perlengkapan P3K, alat penerangan dan komunikasi, pakaian ganti, selimut, serta uang tunai secukupnya. Selain itu, menyimpan nomor darurat lokal di ponsel sangat penting, karena jaringan komunikasi sering kali terganggu saat banjir. Informasi kontak layanan darurat seperti BPBD, Basarnas, dan PMI dapat mempercepat proses evakuasi dan pertolongan.
Tindakan Aman Saat Air Mulai NaikKetika air mulai naik, salah satu bahaya terbesar yang sering tidak disadari adalah risiko listrik. Aliran listrik harus segera dimatikan melalui MCB, dan seluruh peralatan elektronik dicabut dari sumber listrik. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyentuh kabel atau instalasi listrik yang tergenang air, karena air merupakan penghantar listrik yang sangat berbahaya. Evakuasi sebaiknya tidak menunggu air tinggi. Jika ada peringatan dari pihak berwenang, masyarakat perlu segera mengungsi, dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan rumah dikunci dan ikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan.
Pertolongan Pertama pada Cedera dan Gigitan UlarDalam kondisi banjir, risiko cedera akibat benda tajam dan gigitan ular meningkat. Prinsip utama penanganan gigitan ular adalah menenangkan korban dan membatasi pergerakan, agar penyebaran racun tidak semakin cepat. Luka sebaiknya diposisikan lebih rendah dari jantung, dan korban segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan serum anti bisa ular. Tindakan seperti menghisap luka, menyayat, atau mengikat terlalu kencang justru berbahaya dan tidak dianjurkan. Sementara itu, untuk luka tertusuk benda tajam, langkah awal yang dapat dilakukan adalah menekan luka dengan kain bersih untuk menghentikan perdarahan, membersihkan luka dengan air bersih mengalir bila memungkinkan, dan menutup luka dengan perban atau kain bersih.
Penanganan Hipotermia dan Korban TenggelamHipotermia merupakan kondisi berbahaya akibat paparan dingin yang berkepanjangan dan sering terjadi saat banjir. Gejalanya meliputi menggigil hebat, kulit pucat dan dingin, bibir kebiruan, bicara melambat, hingga rasa mengantuk ekstrem. Penanganan awal yang dapat dilakukan adalah memindahkan korban ke tempat kering dan terlindung dari angin, mengganti pakaian basah, menyelimuti tubuh korban, serta memberikan minuman hangat dan manis jika korban sadar. Pada korban tenggelam yang tidak bernapas atau tidak responsif, resusitasi jantung paru (RJP) menjadi tindakan penyelamat nyawa. RJP dilakukan dengan memastikan keamanan penolong, mengecek respons korban, memanggil bantuan, dan melakukan kompresi dada disertai bantuan napas sesuai kemampuan hingga korban sadar atau bantuan medis tiba.
Jangan Panik, Bertindak dengan PengetahuanSalah satu pesan terpenting dalam situasi banjir adalah tidak panik. Kepanikan justru meningkatkan risiko kesalahan dalam bertindak. Pengetahuan dasar tentang keselamatan, evakuasi, dan pertolongan pertama dapat membantu masyarakat bertindak lebih tenang dan terarah, sehingga risiko cedera dan kematian dapat ditekan.
PenutupEdukasi penanganan kegawatdaruratan saat banjir merupakan bagian penting dari upaya pengurangan risiko bencana. Dengan kesiapsiagaan, pemahaman tindakan aman, serta kemampuan pertolongan pertama dasar, masyarakat dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Pengetahuan adalah kunci keselamatan—terutama saat bencana datang tanpa peringatan.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran