Fenomena Medis Langka: Ketika Jantung Kanan (Dekstrokardia) Bertemu Kista Otak Belakang

Oleh: Jesica Mulyadi . 1 Juni 2026 . 22:20:29

GORONTALO – Dunia kedokteran terus dikejutkan oleh berbagai manifestasi klinis unik yang menantang pemahaman para ahli mengenai perkembangan tubuh manusia sejak di dalam kandungan. Salah satu temuan teranyar yang dipublikasikan oleh tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terdiri dari Muchtar Nora Ismail Siregar, Vickry H. Wahidji, Muhammad Isman Jusuf, dan Zuhriana K. Yusuf. Mereka berhasil mendokumentasikan sebuah kasus medis yang sangat jarang terjadi di dunia: kombinasi simultan antara dekstrokardia (posisi jantung terbalik di rongga dada sebelah kanan) dan kista araknoid di fosa posterior (kantung berisi cairan di rongga otak bagian belakang) pada seorang pasien muda. Kasus ini menjadi bahan perbincangan nasional dan internasional karena membuka tabir baru mengenai keterkaitan genetik dalam perkembangan organ vital tubuh manusia.

Secara terpisah, kedua kondisi ini sebenarnya sudah tergolong sebagai anomali kongenital (bawaan lahir) yang jarang ditemukan:

  1. Dekstrokardia: jantung di sisi kanan.Dalam kondisi normal (situs solitus), organ jantung manusia terletak di rongga dada sebelah kiri dengan apeks (ujung jantung) menghadap ke kiri. Namun, pada penderita dekstrokardia, letak anatomi jantung ini mengalami pencerminan total sehingga posisinya beralih ke sebelah kanan. Kasus ini diperkirakan hanya terjadi pada 1 dari setiap 12.000 kelahiran di dunia. Dekstrokardia dipicu oleh kegagalan atau gangguan rotasi jantung ke arah kiri pada fase awal perkembangan embrio (fetal).
  2. Kista Araknoid Fosa Posterior: Kantung Cairan Otak. Kista araknoid adalah kantung jinak yang berisi cairan serebrospinal (cairan otak) yang dilapisi oleh membran araknoid. Mayoritas penderita kista ini tidak bergejala (asymptomatic) dan baru tidak sengaja ditemukan saat pemeriksaan CT scan atau MRI otak. Fosa posterior sendiri merupakan area di bagian belakang tengkorak yang menampung otak kecil (serebelum) dan batang otak.
  3. Kronologi klinis dan penegakan diagnosis. Berdasarkan laporan kasus, pasien merupakan seorang wanita berusia 25 tahun yang datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan sesak napas saat beraktivitas (exertional dyspnea), sesak yang memberat saat berbaring (orthopnea), serta pembengkakan di kedua kaki (peripheral edema). Gejala-gejala klinis ini mengarah kuat pada kondisi sindrom gagal jantung kongestif. Melalui rangkaian pemeriksaan diagnostik penunjang yang komprehensif, tim medis menemukan kompilasi hasil yang mengejutkan:
  • Elektrokardiogram (EKG): Menunjukkan tanda pembalikan arah gelombang listrik jantung secara global (negativitas global di lead I serta gelombang P dan T yang tegak di lead aVR), yang menjadi penanda khas dekstrokardia.
  • Foto rontgen dada (X-Ray): memperlihatkan secara visual posisi bayangan jantung yang dominan berada di sisi kanan dada disertai dengan pembesaran ukuran jantung (kardiomegali).
  • Ekokardiografi (USG jantung): Mengonfirmasi penurunan fungsi pompa jantung (fraksi ejeksi kiri sebesar 44%) serta kebocoran katup jantung berupa regurgitasi mitral tingkat sedang.
  • CT Scan Otak dengan Kontras: Menemukan adanya massa kista araknoid yang signifikan di area fosa posterior otak belakang.

Kemunculan kedua anomali langka ini secara bersamaan pada satu pasien memicu pertanyaan besar di kalangan ilmuwan medis mengenai hubungan genetik dan embriologisnya. Secara biologis, pembentukan poros kiri-kanan tubuh selama perkembangan janin dikontrol ketat oleh jalur persinyalan molekuler khusus, seperti jalur Sonic Hedgehog (SHH), lefty-1, dan nodal. Mutasi atau gangguan pada sirkuit genetik ini diketahui menjadi penyebab utama terjadinya kelainan posisi organ dalam tubuh (situs anomalies). Riset ini menggarisbawahi teori bahwa variasi jumlah salinan gen (copy number variations) atau mutasi gen tertentu yang memicu terjadinya dekstrokardia, kemungkinan besar juga meningkatkan kerentanan individu tersebut untuk mengalami cacat bawaan di sistem saraf pusat, termasuk pembentukan kista araknoid di otak.

Pada kasus ini, prioritas penanganan medis difokuskan pada pemulihan stabilitas sirkulasi darah pasien. Dokter memberikan terapi medis agresif berupa obat diuretik intravena guna mengeluarkan kelebihan cairan di dalam tubuh dan meringankan beban kerja jantung kanan yang mengalami kegagalan. Sementara itu, untuk kista araknoid di otaknya, karena tidak menimbulkan gejala neurologis yang mengancam jiwa, pasien memilih jalur pemantauan rawat jalan (outpatient follow-up) berkala tanpa tindakan operasi bedah saraf.

Pesan Utama bagi Dunia Medis Nasional: Laporan kasus dari Universitas Negeri Gorontalo ini mengirimkan pesan penting bahwa apabila tenaga medis menemukan pasien dengan kelainan bawaan lahir yang langka seperti dekstrokardia, pemeriksaan diagnostik tidak boleh berhenti di dada saja. Diperlukan evaluasi genetik dan pemindaian organ tubuh lain secara menyeluruh guna mendeteksi potensi adanya malformasi tersembunyi di sistem organ lainnya. Pemetaan kasus klinis unik seperti ini sangat berharga bagi ilmu pengetahuan nasional karena memperkaya khazanah database epidemiologi penyakit langka, sekaligus menjadi panduan bagi dokter di seluruh Indonesia dalam menyusun strategi diagnosis dini dan manajemen klinis yang lebih komprehensif demi keselamatan pasien.

Author: Muchtar Nora Ismail Siregar, Vickry H Wahidji, Muhammad Isman Jusuf, and Zuhriana K Yusuf

Sources:https://www.researchgate.net/profile/Muchtar-Nora-Ismail-Siregar/publication/392197600_A_rare_combination_of_dextrocardia_with_an_arachnoid_cyst_of_the_posterior_fossa_A_case_report/links/6838948edf0e3f544f5bd272/A-rare-combination-of-dextrocardia-with-an-arachnoid-cyst-of-the-posterior-fossa-A-case-report.pdf

#FKUNG#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran