FK UNG Benchmarking ke FK UNHAS, Matangkan Penyelenggaraan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif

Oleh: Jesica Mulyadi . 23 Februari 2026 . 21:28:21

MAKASSAR – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) melakukan kegiatan benchmarking ke Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS) sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret mendatang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat FK UNHAS dan berlanggsung pada Selasa, (23/2). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kesiapan akademik, tata kelola, serta sistem pembiayaan program spesialis yang akan segera diluncurkan oleh FK UNG.

Pertemuan ini dihadiri oleh Dekan FK UNHAS, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.GK., Sp.PD-KGH(K), FINASIM., Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK UNHAS,  Prof. dr. Agussalim Bukhari, M.Clin.Med., Ph.D., Sp.GK(K)., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., tim keuangan FK UNG dan FK UNHAS, serta Koordinator PPDS UNHAS. Diskusi berlangsung intensif dengan fokus pada aspek manajerial, kurikulum, sistem pembiayaan, hingga tata kelola pendidikan dokter spesialis.

Dalam pertemuan tersebut, pihak FK UNHAS berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan PPDS, khususnya pada program Anestesiologi dan Terapi Intensif yang telah lebih dahulu berjalan. Aspek akreditasi, kesiapan rumah sakit pendidikan, distribusi beban kerja residen, serta standar mutu pendidikan menjadi poin utama yang dibahas secara mendalam.

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., menegaskan bahwa benchmarking ini merupakan langkah strategis untuk memastikan program yang akan diluncurkan memenuhi standar nasional pendidikan kedokteran spesialis. “Penyelenggaraan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen akademik dan institusional. Karena itu, kami perlu memastikan seluruh aspek—baik akademik maupun tata kelola keuangan telah disiapkan secara matang,” ujarnya.

Secara nasional, kebutuhan dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif masih tinggi, terutama di kawasan Indonesia Timur. Peran spesialis ini sangat krusial dalam layanan bedah, perawatan intensif, hingga penanganan kegawatdaruratan medis. Melalui benchmarking ini, FK UNG berharap dapat mengadopsi praktik terbaik (best practice) dari FK UNHAS sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran terkemuka di Indonesia. Kolaborasi antarperguruan tinggi dinilai menjadi kunci dalam memperkuat mutu pendidikan dan mempercepat pemerataan tenaga medis spesialis di berbagai daerah. Penyelenggaraan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif pada 3 Maret mendatang diharapkan menjadi tonggak penting bagi FK UNG dalam memperluas kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia.

 

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran