
Surabaya – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) mengambil bagian dalam Forum Dekan Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia (AFKNI) tahun 2026 yang menjadi ajang strategis nasional dalam merumuskan arah transformasi pendidikan kedokteran Indonesia di tengah dinamika regulasi kesehatan dan perkembangan teknologi. Kegiatan yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di Surabaya tersebut mempertemukan pimpinan Fakultas Kedokteran Negeri dari seluruh Indonesia untuk memperkuat sinergi akademik, profesi, dan kebijakan dalam menyiapkan dokter masa depan yang unggul dan adaptif.
Dalam forum tersebut, FK UNG diwakili oleh Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., bersama Koordinator Program Studi Sarjana Kedokteran, dr. Nanang Roswita Paramata, M.Kes. Kehadiran FK UNG menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung agenda nasional peningkatan mutu pendidikan kedokteran serta penguatan sistem kesehatan Indonesia melalui pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas.
Mengusung tema “Transformasi Pendidikan Kedokteran di Era Regulasi Baru: Sinergi Akademik, Profesi, dan Kebijakan Nasional”, Forum Dekan AFKNI 2026 menjadi ruang konsolidasi berbagai pemangku kepentingan untuk merespons perubahan besar yang terjadi pasca implementasi Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Forum ini membahas berbagai isu strategis mulai dari reformasi tata kelola pendidikan kedokteran, penguatan rumah sakit pendidikan, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga pemerataan distribusi tenaga dokter di seluruh wilayah Indonesia.Sebagai tuan rumah penyelenggara, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya, Dr. dr. Endang Sri Wahjuni, M.Kes., menegaskan bahwa pendidikan kedokteran memiliki posisi strategis karena berada pada persimpangan berbagai kebijakan nasional yang melibatkan sektor pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu, harmonisasi regulasi antar kementerian dan lembaga menjadi faktor penting dalam memastikan pendidikan kedokteran mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal.
Forum juga menyoroti masih belum meratanya distribusi dokter di berbagai daerah, khususnya wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Para peserta mendorong penguatan kolaborasi antara fakultas kedokteran, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat melalui berbagai skema pembiayaan pendidikan, beasiswa, serta program afirmasi bagi putra-putri daerah agar kebutuhan tenaga medis di seluruh Indonesia dapat terpenuhi secara lebih merata.
Ketua AFKNI, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.GK., Sp.PD-KGH., FINASIM, menegaskan bahwa transformasi pendidikan kedokteran merupakan sebuah keniscayaan. Menurutnya, seluruh fakultas kedokteran harus mampu beradaptasi terhadap perubahan kebijakan dan perkembangan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan tujuan utama pendidikan dokter, yaitu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Setiawan, menekankan pentingnya penguatan sistem kesehatan akademik sebagai fondasi transformasi pendidikan kedokteran nasional. Ia menilai bahwa kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, dan regulator menjadi kunci dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan nasional.
Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu isu penting yang mendapat perhatian dalam forum. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, penelitian, dan pelayanan kesehatan. Namun demikian, para pemangku kepentingan sepakat bahwa kemajuan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai humanisme yang menjadi inti profesi kedokteran.
Bagi FK UNG, partisipasi dalam Forum Dekan AFKNI 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi nasional, memperkuat implementasi kebijakan pendidikan kedokteran yang berbasis mutu, serta mengadopsi berbagai praktik terbaik dalam penyelenggaraan pendidikan dokter. Melalui keterlibatan aktif dalam forum ini, FK UNG terus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan nasional melalui pendidikan kedokteran yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Keikutsertaan FK UNG dalam AFKNI 2026 sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi daerah dalam mendukung agenda pembangunan kesehatan Indonesia. Dengan memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, FK UNG berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi nasional dalam menyiapkan dokter-dokter masa depan yang mampu menjawab tantangan kesehatan global sekaligus memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran