FK UNG Bersama IDI Wilayah dan BSMI Gorontalo Turun Langsung Tangani Korban Banjir Bandang di Biau

Oleh: Jesica Mulyadi . 30 Mei 2026 . 11:20:18

GORONTALO — Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (29/5/2026). Melalui Tim Bantuan Medis (TBM) Cutaneus, FK UNG menurunkan tim medis langsung ke Posko untuk melapor dan dilanjutkan ke Dapur Umum. Banjir menyebabkan ratusan rumah warga terdampak serta tertutup lumpur, sehingga aktivitas masyarakat terganggu dan kebutuhan layanan kesehatan meningkat selama masa pemulihan.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, dan Bupati Kabupaten Gorontalo Utara, Thariq Modang, turut hadir pada kegiatan ini. Fakultas Kedokteran UNG diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., yang turut hadir di lokasi sekaligus menjalankan tugasnya sebagai Ketua BSMI Provinsi Gorontalo. Kehadirannya bersama tim medis menjadi bagian dari respons cepat lintas lembaga dalam membantu masyarakat terdampak. Selain dr. Zuhriana, tim medis juga melibatkan pengurus IDI sekaligus anggota BSMI, dr. Taufik Latif, dan dr. Randi Mokodoto serta 4 mahasiswa yang tergabung dalam TBM Cutaneus FK UNG dan 1 sopir ambulans. Tim membuka posko pelayanan kesehatan dan memberikan pemeriksaan medis langsung kepada warga. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, edukasi kesehatan pascabanjir, hingga penyaluran bantuan logistik kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Dekan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., mengatakan keterlibatan FK UNG dalam penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjalankan fungsi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat. “Kolaborasi ini menjadi bentuk kepedulian bersama untuk memastikan masyarakat terdampak banjir tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, dan berkelanjutan. Kami berharap kehadiran tim di lapangan dapat membantu meringankan beban warga selama proses pemulihan berlangsung,” ujarnya.

Selain pelayanan medis, tim juga mengedukasi warga terkait pencegahan penyakit yang berpotensi muncul pascabanjir, seperti diare, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan. Edukasi difokuskan pada pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, penggunaan air bersih, serta perilaku hidup bersih dan sehat di tengah kondisi pascabencana.

Respons kemanusiaan ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan lembaga kemanusiaan dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat di situasi darurat. Melalui TBM Cutaneus, FK UNG kembali menegaskan perannya untuk hadir di tengah masyarakat dalam mendukung penanganan bencana dan pemulihan kesehatan di Provinsi Gorontalo.

 

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran