
Sorong, Papua Barat Daya — Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) melaksanakan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan kedokteran nasional melalui keikutsertaan pada Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) 2026 yang digelar di Vega Prime Hotel & Convention Center, Sorong, pada 30 Januari. Dalam forum strategis tersebut, Dekan FK UNG diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes, bersama Koordinator Program Studi Profesi Dokter, Dr. dr. Sri Andriani Ibrahim, M.Kes. Kehadiran delegasi FK UNG menjadi bagian dari upaya aktif institusi dalam merespons agenda nasional penguatan mutu pendidikan kedokteran dan pemerataan tenaga medis di Indonesia.
Forum Dekan AIPKI 2026 mengusung tema “Membangun Fondasi Dokter Indonesia Menuju Mutu Global, Kurikulum Relevan, dan Sistem Kesehatan Akademik yang Kuat”. Kegiatan ini dihadiri oleh para dekan dan delegasi fakultas kedokteran dari seluruh Indonesia, sebagai wadah konsolidasi kebijakan, pertukaran praktik baik, serta penguatan sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan kedokteran. Penguatan pendidikan kedokteran dinilai krusial seiring penerapan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang berorientasi pada pemenuhan akses layanan kesehatan yang adil, merata, terjangkau, dan bermutu. Dalam forum tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Khairul Munadi, menyoroti masih lebarnya ketimpangan ketersediaan dan distribusi tenaga medis di Indonesia.
Setiap tahun, Indonesia meluluskan sekitar 12.000 dokter umum dan 3.600 dokter spesialis. Namun, lebih dari 70 persen dokter terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara kurang dari 10 persen melayani wilayah Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara. Kondisi ini menegaskan urgensi transformasi pendidikan kedokteran melalui pendekatan sistemik dan berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, pemerintah meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) 2025, dengan fokus utama pada Program Akselerasi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Program ini menargetkan peningkatan lulusan dokter spesialis dari 3.600 orang per tahun menjadi 5.800 orang pada 2030, serta peningkatan lulusan dokter umum hingga 17.000 orang per tahun.
Untuk mendukung akselerasi tersebut, Kemdiktisaintek menyiapkan sejumlah kebijakan strategis, antara lain peningkatan kuota mahasiswa baru PPDS dengan tetap menjaga standar mutu dan rasio dosen, seleksi bersama mahasiswa PPDS dengan Kementerian Kesehatan pada bidang spesialis prioritas, serta penguatan kemitraan antara fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan. Hingga 30 Januari 2026, Program Akselerasi PPDS mencatat capaian signifikan dengan dibukanya 158 program studi baru, terdiri atas 126 program spesialis dan 32 program subspesialis. Total program studi dokter spesialis dan subspesialis di Indonesia kini mencapai 524 program studi dan telah melampaui target quick wins pemerintah. Program ini juga mendorong pemerataan akses pendidikan dokter spesialis di berbagai daerah, termasuk Gorontalo, Maluku, dan Papua yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.
Bagi FK UNG, keikutsertaan dalam Forum Dekan AIPKI 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran institusi dalam mendukung agenda nasional pemerataan tenaga kesehatan. Melalui forum ini, FK UNG memperoleh penguatan arah kebijakan, jejaring nasional, serta referensi praktik baik yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan kurikulum, tata kelola fakultas, dan peningkatan kualitas lulusan. Forum ditutup dengan diskusi panel lintas pemangku kepentingan yang menegaskan pentingnya sinergi pemerintah, asosiasi, dan perguruan tinggi dalam membangun sistem kesehatan akademik yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran