FK UNG, FK UMGO, dan IDI Gorontalo Perkuat Kompetensi Dokter melalui Workshop Case Report

Oleh: Jesica Mulyadi . 17 Agustus 2026 . 19:40:12

Gorontalo, 16 Agustus 2026 — Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo (FK UMGO) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo menyelenggarakan Workshop Case Report sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan dokter dalam mendokumentasikan dan mempublikasikan pengalaman klinis melalui karya ilmiah. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, di Aston Hotel Gorontalo tersebut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N., FISHQua, Dekan FK UNG Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., beserta jajaran pimpinan FK UNG, serta Dekan FK UMGO Dr. dr. Irwin Aras, M.Med.Ed., M.Epid., bersama jajaran pimpinan FK UMGO.

Kolaborasi tiga institusi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendorong penguatan budaya akademik dan publikasi ilmiah di lingkungan kedokteran di Gorontalo. Melalui workshop tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual mengenai penulisan laporan kasus, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan naskah case report yang dapat dikembangkan menuju publikasi ilmiah. Workshop ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang dilaksanakan pada 20 Juni 2026. Pada pertemuan kali ini, peserta mengimplementasikan materi yang telah diperoleh dengan membawa dan mengembangkan kasus klinis menjadi artikel case report. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan tidak berhenti pada aspek pembelajaran, tetapi diarahkan pada keluaran konkret berupa artikel case report.

Narasumber kegiatan, dr. Muhammad Faruk, Sp.B., memberikan materi mengenai “How to Write a Case Report” serta pemanfaatan prompt Artificial Intelligence (AI) dalam membantu proses penyusunan laporan kasus. Dalam materi How to Write a Case Report, peserta diperkenalkan pada struktur utama laporan kasus, mulai dari abstrak dan kata kunci, pendahuluan, presentasi kasus, diskusi, hingga kesimpulan. Penulisan kasus juga ditekankan untuk disusun secara kronologis dan mencakup informasi klinis yang relevan, pemeriksaan, hasil investigasi, diagnosis, tata laksana, luaran, serta tindak lanjut pasien. Materi juga menekankan pentingnya memastikan bahwa kasus yang dilaporkan memiliki nilai pembelajaran, kebaruan, atau temuan klinis yang relevan. Laporan kasus dapat menjadi sarana untuk membagikan kejadian tidak biasa, temuan baru, maupun pendekatan terapeutik tertentu kepada komunitas medis.

Sementara itu, materi Prompt AI memberikan pendekatan praktis kepada peserta untuk memanfaatkan AI secara terarah dalam proses penyusunan case report. Peserta diperkenalkan dengan formulasi prompt yang mencakup konteks, perintah, format penulisan, dan tone akademik, termasuk penggunaan pedoman SCARE (Surgical CAse REport) atau PROCESS (Preferred Reporting Of CasE Series in Surgery) sesuai karakteristik laporan kasus. Pemanfaatan AI dalam workshop tetap ditempatkan sebagai alat bantu dalam proses akademik. Peserta diingatkan untuk melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan AI, khususnya data klinis, nilai laboratorium, serta referensi ilmiah, agar tidak terjadi penggunaan informasi yang tidak valid dalam naskah akhir.

Melalui sesi praktik, peserta kemudian mengembangkan kasus masing-masing berdasarkan materi yang telah diperoleh. Proses tersebut diarahkan mulai dari identifikasi kasus dan informed consent, penelusuran referensi, penentuan judul, penyusunan pendahuluan, presentasi kasus, diskusi, kesimpulan, hingga abstrak dan kata kunci. Ketua IDI Wilayah Gorontalo, pimpinan FK UNG, dan pimpinan FK UMGO turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang mempertemukan unsur organisasi profesi dan institusi pendidikan kedokteran tersebut. Kolaborasi ini diharapkan dapat membangun ekosistem akademik yang semakin kuat, khususnya dalam mendorong dokter dan sivitas akademika untuk mengubah pengalaman klinis menjadi pengetahuan yang terdokumentasi dan dapat dibagikan melalui publikasi ilmiah.

Bagi FK UNG, kegiatan ini sekaligus memperkuat peran fakultas dalam pengembangan kompetensi akademik dan profesional dokter, tidak hanya dalam aspek pelayanan klinis, tetapi juga dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu kedokteran. Melalui kolaborasi FK UNG, FK UMGO, dan IDI Wilayah Gorontalo, Workshop Case Report diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah di Gorontalo. Output berupa artikel case report yang dihasilkan peserta menjadi indikator bahwa kegiatan dirancang tidak sekadar memberikan materi, tetapi mendorong peserta menghasilkan karya yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah yang sesuai.

Informasi

Agenda