FK UNG Gelar Webinar Kebencanaan Nasional Sigap Nusa, Perkuat Peran Tenaga Kesehatan Tanggap Bencana

Oleh: Jesica Mulyadi . 14 Juni 2026 . 21:53:38

GORONTALO – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kapasitas kebencanaan nasional melalui penyelenggaraan Webinar Kebencanaan Nasional bertajuk “Sigap Nusa: Sinergi Generasi Adaptif Penanggulangan Bencana Nusantara” yang dilaksanakan secara daring pada Minggu, 14 Juni 2026. Kegiatan berskala nasional ini diikuti oleh tenaga kesehatan, akademisi, mahasiswa, organisasi profesi, lembaga pemerintah, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Turut hadir Rektor Universitas Negeri Gorontalo Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPU., ASEAN. Eng., Ketua IDI Wilayah Gorontalo Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N., FISHQua., Dekan Fakultas Kedokteran UNG Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., serta sivitas akademika FK UNG dan peserta dari berbagai instansi di seluruh Indonesia.

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia, menyampaikan bahwa webinar ini merupakan wujud kolaborasi berbagai institusi yang selama ini mendukung pengembangan bidang kedokteran kegawatdaruratan dan kebencanaan di Fakultas Kedokteran UNG.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N., FISHQua., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 sekaligus Dies Natalis ke-7 Fakultas Kedokteran UNG. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam maupun nonalam. “Penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Dokter dan tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam penyelamatan jiwa, pelayanan medis darurat, rehabilitasi kesehatan, hingga pemulihan psikososial masyarakat terdampak,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan tenaga kesehatan sejak dini melalui pendidikan, pelatihan, simulasi, serta penguatan jejaring kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, generasi muda harus memiliki kompetensi klinis yang kuat disertai kemampuan kepemimpinan, komunikasi risiko, mitigasi bencana, dan kerja sama multidisiplin.

Dalam sambutannya, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPU., ASEAN. Eng., menyampaikan bahwa Fakultas Kedokteran UNG memiliki kontribusi nyata dalam berbagai kegiatan kebencanaan nasional. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi situasi krisis dan kemanusiaan.

Webinar nasional ini menghadirkan empat narasumber dari institusi strategis yang membahas berbagai aspek penting dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Indonesia.

Narasumber pertama, Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B., dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), memaparkan materi mengenai penguatan manajemen risiko bencana dan pengembangan sumber daya manusia kebencanaan. Ia menjelaskan bahwa penanggulangan bencana harus dilakukan secara komprehensif melalui tahapan pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana. Menurutnya, peningkatan frekuensi dan kompleksitas bencana di Indonesia menuntut tersedianya sumber daya manusia yang kompeten dan mampu berkolaborasi lintas sektor dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Ia juga menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dalam melahirkan generasi yang siap berkontribusi dalam sistem penanggulangan bencana nasional.

Materi kedua disampaikan oleh Budiman, S.K.M., M.Kes. dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang mengangkat tema strategi pelaksanaan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) pada kondisi krisis kesehatan. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa TCK merupakan bagian penting dari transformasi sistem ketahanan kesehatan nasional. Melalui sistem yang terintegrasi, tenaga medis, tenaga kesehatan, dan unsur nonkesehatan dipersiapkan untuk dimobilisasi saat terjadi kejadian luar biasa, wabah, maupun bencana. Saat ini puluhan ribu tenaga cadangan kesehatan telah terdaftar di seluruh Indonesia dan terus meningkatkan kapasitasnya melalui pelatihan, simulasi, workshop, serta berbagai program pengembangan kompetensi guna memastikan kesiapan respons terhadap krisis kesehatan.

Narasumber ketiga, dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, Sp.B. dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), membahas peran organisasi profesi dalam respons kemanusiaan dan kebencanaan. Ia menjelaskan bahwa IDI memiliki peran strategis dalam mendukung kesiapsiagaan, respons, hingga pemulihan pascabencana melalui penguatan kepemimpinan medis, koordinasi pelayanan kesehatan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan penanganan bencana sangat bergantung pada jejaring kemanusiaan yang kuat dan kemampuan tenaga kesehatan untuk bekerja secara terintegrasi dalam sistem respons bencana nasional maupun internasional.

Sementara itu, narasumber keempat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Andri Wijaya Bidang, S.Si., M.Si., memaparkan materi mengenai potensi kebencanaan gempa bumi dan tsunami di wilayah Gorontalo. Ia menjelaskan bahwa Indonesia berada di pertemuan empat lempeng tektonik besar sehingga memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi. Khusus di wilayah Gorontalo, terdapat sejumlah segmen sesar aktif yang berpotensi memicu gempa bumi. Selain itu, wilayah pesisir juga memiliki risiko tsunami yang perlu diantisipasi melalui peningkatan literasi kebencanaan, kesiapsiagaan masyarakat, latihan evakuasi, serta kepatuhan terhadap informasi resmi dari BMKG. Ia menegaskan bahwa meskipun gempa bumi belum dapat diprediksi, dampaknya dapat diminimalkan melalui edukasi dan kesiapsiagaan yang baik.

Melalui Webinar Kebencanaan Nasional “Sigap Nusa”, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo berharap dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, dan berbagai lembaga terkait dalam membangun budaya sadar bencana di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi wadah peningkatan kapasitas generasi muda dan tenaga kesehatan agar semakin adaptif, responsif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa depan.

Dengan semangat sinergi dan kolaborasi, FK UNG terus berkomitmen menjadi bagian dari upaya nasional dalam menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih siap, tangguh, dan berdaya menghadapi berbagai risiko bencana.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran