
Gorontalo, 8 Januari 2026 — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Workshop Design ke-3 aplikasi Community Assistance Ecosystem Framework (CAEF) bersama para stakeholder sebagai bagian dari rangkaian evaluasi dan pengembangan sistem layanan digital bagi penderita stroke dan para caregiver.
Workshop ini menjadi forum strategis yang mempertemukan akademisi, tenaga kesehatan, mitra rumah sakit, perwakilan pemerintah daerah, pengembang aplikasi, serta perwakilan pasien dan caregiver. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi capaian pengembangan CAEF sekaligus menyempurnakan desain dan fitur aplikasi agar semakin relevan dengan kebutuhan pengguna di lapangan.
Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp. G.K., menyampaikan bahwa pelaksanaan workshop ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam mengedepankan pendekatan kolaboratif dalam pengembangan inovasi kesehatan. “CAEF tidak hanya dirancang dari sudut pandang teknologi, tetapi juga berdasarkan pengalaman langsung para pengguna. Karena itu, masukan dari stakeholder menjadi elemen penting dalam setiap tahap pengembangan,” ujarnya.
Dalam workshop tersebut, peserta terlibat aktif dalam diskusi kelompok, pemetaan kebutuhan pengguna, serta simulasi penggunaan aplikasi. Para stakeholder memberikan masukan terkait kemudahan akses, kelengkapan fitur, potensi kendala implementasi, hingga strategi integrasi dengan layanan kesehatan yang sudah ada. Selain itu, evaluasi juga difokuskan pada keberlanjutan program, kesiapan sumber daya, serta dukungan lintas sektor agar CAEF dapat diimplementasikan secara luas dan berdampak jangka panjang.
Sebelumnya, FK UNG bersama mitra telah melakukan sosialisasi CAEF kepada penderita stroke dan caregiver melalui pendekatan partisipatif. Para peserta menyampaikan harapan agar aplikasi ini dapat membantu mereka mengakses informasi kesehatan, rehabilitasi, serta pendampingan secara lebih cepat dan terintegrasi.
Melalui Workshop Design ke-3 ini, FK UNG menargetkan penyempurnaan konsep CAEF agar semakin adaptif, inklusif, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem layanan kesehatan digital yang berdaya guna. Ke depan, hasil workshop ini akan menjadi dasar dalam pengembangan lanjutan CAEF, termasuk uji coba terbatas, penyempurnaan fitur, serta rencana implementasi di berbagai wilayah
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran