FK UNG Hadiri Musyawarah AIPKI Wilayah VI

Oleh: Jesica Mulyadi . 27 September 2025 . 19:28:11

Makassar — Musyawarah Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) ke-VI Indonesian Medical Education Assosiation (IMEA) resmi diselenggarakan di Makassar. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Macora 2 Lt. 3 Hotel the Rinra yang berlangsung pada Jumat (26/9). Acara ini mempertemukan para dekan, wakil dekan seluruh Fakultas Kedokteran yang berada di Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, dan pengurus AIPKI periode sebelumnya untuk merumuskan arah kebijakan strategis pendidikan kedokteran. Fakultas Kedokteran (FK) Univeristas Negeri Gorontalo (UNG) mengirimkan 2 perwakilan, yaitu Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp. G.K., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes. Musyawarah AIPKI VI memiliki sejumlah agenda utama, antara lain: pembukaan, laporan pertanggungjawaban pengurus AIPKI wilayah VI periode 2022 – 2025, pembahasan program kerja prioritas AIPKI wilayah VI periode 2025 – 2028, pemilihan dan penetapan ketua AIPKI, dan FGD akselerasi pengembangan pendidikan dokter dan dokter spesialis.

Melalui forum ini, AIPKI berupaya merespons berbagai persoalan yang tengah dihadapi pendidikan kedokteran, seperti ketimpangan persebaran dokter, mutunya, serta kesiapan institusi terhadap kebutuhan kesehatan masa depan.

Dalam sambutannya, Dekan FK Unhas, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes, Sp.PD-KGH, Sp.GK, FINASIM., mengungkapkan bahwa penyelenggaraan musyawarah ini harus menjadi momentum pembaharuan dan sinergi antar fakultas. Ia berharap hasil musyawarah dapat menjadi pijakan kebijakan yang nyata dan implementatif. Beberapa peserta dan stakeholder menyampaikan harapan agar AIPKI mampu memperkuat perannya sebagai wadah advokasi pendidikan kedokteran, serta menjembatani komunikasi yang efektif antara fakultas, pemerintah, dan regulasi pendidikan.

Sejumlah isu strategis menjadi sorotan selama musyawarah, antara lain: distribusi dan ketersediaan dokter, menjaga standar pendidikan agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu kedokteran, kurikulum yang adaptif, memasukkan kompetensi baru sesuai kebutuhan layanan kesehatan modern, dan kolaborasi eksternal. Pada sesi akhir musyawarah, peserta menetapkan terpilihnya ketua baru AIPKI wilayah VI, yaitu Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes, Sp.PD-KGH, Sp.GK, FINASIM., penetapan rekomendasi kebijakan terkait standar kurikulum dan akreditasi, rencana penyusunan draft MoU kerjasama antar fakultas dan institusi luar negeri, dan pembentukan tim teknis untuk memantau implementasi rekomendasi.

Musyawarah AIPKI VI diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia. Dengan keputusan strategis yang dihasilkan dan implementasi bersama antar anggota AIPKI, diharapkan mutu dan pemerataan pendidikan dokter dapat terus meningkat di masa mendatang.

 

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran