
Gorontalo — Dalam rangka mendukung misi Asta Cita dan Diktisaintek Berdampak untuk bidang kesehatan, serta untuk mendukung implementasi UU Nomor 17/2023 tentang Kesehatan dalam hal peningkatan akses dan kualitas pendidikan tinggi untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan, Mendiktisaintek telah meluncurkan program akselerasi pemenuhan dan distribusi dokter spesialis/subspesialis di tiap wilayah melalui sistem kesehatan akademik pada 22 Juli 2025. Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) akan membuka program studi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anastesi dan Terapi Intensif yang sejalan dengan visi misi fakultas kedokteran yaitu kegawatdaruratan bencana.
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Edwart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN, Eng., menegaskan bahwa UNG terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah. “Dengan akan dibukanya program studi baru ini, Fakultas Kedokteran UNG semakin memperluas kiprahnya dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat pengabdian bagi masyarakat,” Ujarnya.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran