
Gorontalo – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) mematangkan persiapan pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana dengan menggandeng Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. Tim Basarnas melakukan kunjungan ke FK UNG pada Rabu (07/4/2026) untuk melakukan koordinasi teknis di lapangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya dalam mencetak tenaga kesehatan yang sigap menghadapi kondisi darurat. Simulasi dirancang sebagai latihan terpadu yang mengedepankan aspek respons cepat, penanganan korban, serta sistem rujukan dalam situasi krisis.
Dalam agenda kunjungan tersebut, tim Basarnas akan melakukan peninjauan lokasi, pemetaan titik evakuasi, serta sinkronisasi prosedur operasional dengan pihak fakultas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan simulasi berjalan efektif, terukur, dan sesuai standar penanggulangan bencana yang berlaku secara nasional.
FK UNG menilai keterlibatan Basarnas sebagai mitra strategis mampu memperkuat kualitas pelatihan yang diberikan kepada mahasiswa. Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan ini menekankan pada praktik lapangan yang realistis dan terintegrasi dengan skenario kebencanaan yang berpotensi terjadi di Indonesia. Simulasi bencana ini juga diharapkan menjadi model penguatan kesiapsiagaan di lingkungan kampus, sekaligus mendorong terbentuknya budaya tanggap bencana di kalangan sivitas akademika. Dengan demikian, lulusan FK UNG tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan tepat.