GORONTALO — Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dosen sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dokter spesialis. Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop “Pengembangan Kapasitas SDM Dosen sebagai Pendidik Klinis Spesialis” yang digelar Jumat (14/8/2026) secara Daring dan Luring di UTC Damhil, Universitas Negeri Gorontalo.
Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring tersebut mempertemukan sivitas akademika FK UNG dengan sejumlah akademisi dan praktisi pendidikan dokter spesialis dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS). Workshop ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat kesiapan dosen dalam menjalankan peran sebagai pendidik klinis, terutama dalam mendukung pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNG.
Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FK UNHAS, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD-KGH., Sp.GK., FINASIM, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK UNHAS, Dr. dr. Andi Muh. Takdir Musba, Sp.An-TI, Subsp.M.N.(K), Kepala Pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis FK UNHAS, Prof. dr. Firdaus Hamid, Ph.D., Sp.MK(K), MCE, serta Dosen PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNHAS, Dr. dr. Haizah Nurdin, M.Kes., Sp.An-TI, Subsp.TI (K).
Dari FK UNG, hadir Dekan FK UNG Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., Koordinator Program Studi PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif dr. Romdon Purwanto, Sp.An-KIC, Koordinator Program Studi Sarjana Kedokteran dr. Nanang Roswita Paramata, M.Kes., Koordinator Program Studi Profesi Dokter Dr. dr. Sri Andriani Ibrahim, M.Kes., serta dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FK UNG.
Koordinator Program Studi PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNG, dr. Romdon Purwanto, Sp.An-KIC, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber dari FK UNHAS. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan workshop sebagai ruang untuk memperluas wawasan dan memperkuat kompetensi sebagai pendidik klinis. “Selamat mengikuti workshop. Mari kita manfaatkan kegiatan ini untuk memperkuat kompetensi sebagai pendidik klinis dan membangun pendidikan dokter spesialis yang semakin berkualitas,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Dekan FK UNHAS, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD-KGH., Sp.GK., FINASIM, menekankan pentingnya penguatan kapasitas dosen dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis. Menurutnya, dosen sebagai pendidik klinis memiliki posisi strategis dalam memastikan peserta didik memperoleh pembelajaran yang sesuai standar, sekaligus membangun profesionalisme dan budaya keselamatan pasien.
Ia berharap kolaborasi antara FK UNHAS dan FK UNG dapat menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus membuka peluang pengembangan kapasitas akademik bagi dosen. “Semoga kegiatan ini dapat membuka wawasan dan memperkuat kapasitas dosen PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNG. Kami juga terbuka untuk mendukung pengembangan kompetensi dosen melalui berbagai peluang akademik dan pendidikan lanjutan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K. Ia mengatakan bahwa pengembangan SDM dosen merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun pendidikan dokter spesialis yang bermutu.
Menurutnya, dosen tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis, tetapi juga harus mampu menjalankan fungsi pendidikan, supervisi, asesmen, serta menjadi teladan profesional bagi peserta didik. “Workshop ini menjadi momentum bagi FK UNG untuk terus memperkuat kapasitas dosen sekaligus membangun jejaring akademik dengan institusi yang telah berpengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis. Kami berharap pengetahuan dan praktik baik yang diperoleh dapat diimplementasikan untuk mendukung peningkatan mutu PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNG,” ungkapnya.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis. Dr. dr. A.M. Takdir Musba, Sp.An-TI, Subsp.MN (K) membawakan materi mengenai kebijakan pengembangan pendidikan dokter spesialis di fakultas kedokteran, yang mencakup tata kelola akademik, penjaminan mutu, serta strategi implementasi.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Prof. dr. Firdaus Hamid, Ph.D., Sp.MK(K), MCE, yang membahas strategi pengembangan program pendidikan dokter spesialis dan implementasi standar pendidikan nasional, termasuk peran dan kompetensi dosen sebagai pendidik klinis spesialis. Ia juga mengangkat aspek profesionalisme, budaya keselamatan pasien, serta pentingnya dosen menjadi role model dalam pendidikan klinis.
Sementara itu, Dr. dr. Haizah Nurdin, M.Kes., Sp.An-TI, Subsp.TI (K) memberikan penguatan mengenai strategi pembelajaran klinis berbasis Workplace-Based Learning (WBL). Materi juga mencakup Workplace-Based Assessment (WPBA), Mini-CEX, DOPS, Case-Based Discussion (CBD), hingga strategi pemberian umpan balik yang efektif kepada peserta didik.
Berbagai materi tersebut memberikan gambaran bahwa kualitas pendidikan dokter spesialis tidak hanya ditentukan oleh penguasaan keilmuan, tetapi juga oleh kemampuan pendidik dalam menciptakan proses pembelajaran klinis yang terstruktur, melakukan asesmen secara objektif, serta memberikan umpan balik yang konstruktif.
Bagi FK UNG, kegiatan ini menjadi bagian dari proses membangun fondasi SDM yang semakin kuat dalam mendukung penyelenggaraan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif. Kolaborasi dengan FK UNHAS diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan akademik, pengembangan kompetensi, pendidikan lanjutan, maupun kerja sama lainnya.
Melalui penguatan kapasitas dosen sebagai pendidik klinis, FK UNG terus mendorong terciptanya pendidikan dokter spesialis yang berorientasi pada mutu, profesionalisme, keselamatan pasien, dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Workshop tersebut sekaligus menegaskan komitmen FK UNG untuk terus bertransformasi dan membangun jejaring akademik yang lebih luas guna mendukung pengembangan pendidikan kedokteran serta menghasilkan lulusan dokter spesialis yang kompeten dan profesional.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran