FK UNG Perkuat Kompetensi Dokter Muda melalui Pembekalan Isu Strategis dan Prioritas Kesehatan di Dinkes P2KB Gorontalo

Oleh: Jesica Mulyadi . 20 Oktober 2026 . 20:27:10

Gorontalo — Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) terus memperkuat kompetensi dokter muda melalui pembelajaran berbasis lapangan yang berorientasi pada kebutuhan kesehatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembekalan mengenai isu strategis dan program prioritas kesehatan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, pada Selasa (20/10/2026), bertempat di Aula Kantor Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat–Ilmu Kedokteran Komunitas (IKM-IKK) FK UNG, Dr. dr. Serly Daud, M.Kes., bersama dosen FK UNG dan 20 dokter muda yang sedang menjalani pembelajaran pada stase IKM-IKK. Pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon dokter agar memiliki pemahaman komprehensif mengenai permasalahan kesehatan masyarakat, di samping kompetensi klinis yang telah diperoleh selama pendidikan. Dalam pemaparannya, Anang S. Otoluwa menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada dokter muda mengenai perkembangan masalah kesehatan terkini, tantangan yang perlu diantisipasi, serta peluang intervensi yang dapat dilakukan sejak masa pendidikan profesi.

Menurutnya, dokter tidak cukup hanya memiliki kemampuan mendiagnosis dan mengobati penyakit, tetapi juga perlu memahami berbagai persoalan kesehatan yang berkembang di masyarakat. Perspektif tersebut penting agar calon dokter mampu melihat permasalahan kesehatan secara lebih luas dan mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia berharap pembekalan ini dapat meningkatkan kesadaran dokter muda terhadap pentingnya pendekatan kesehatan masyarakat dalam praktik kedokteran. Dengan demikian, ketika menyelesaikan pendidikan dan mulai bertugas, para dokter memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam mengatasi persoalan kesehatan, baik melalui pelayanan individual maupun intervensi pada tingkat komunitas.

Sementara itu, Kepala Departemen IKM-IKK FK UNG, Dr. dr. Serly Daud, M.Kes., menjelaskan bahwa pembelajaran pada stase IKM-IKK dirancang untuk mendukung pencapaian standar kompetensi dokter Indonesia. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai institusi yang memiliki peran penting dalam sistem kesehatan, di antaranya Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Menurut Serly, keterlibatan Dinas Kesehatan memberikan kesempatan kepada dokter muda untuk memahami secara langsung kondisi kesehatan di Provinsi Gorontalo, termasuk permasalahan prioritas, kebijakan kesehatan, dan strategi pelaksanaan program di tingkat daerah.

Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi dokter muda ketika menjalankan tugas di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), khususnya dalam memahami manajemen pelayanan, perencanaan program kesehatan, serta identifikasi dan tindak lanjut berbagai isu strategis sesuai dengan kebijakan Kementerian Kesehatan. Pembelajaran berbasis institusi ini juga menjadi sarana untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan realitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Melalui interaksi langsung dengan pemangku kebijakan dan tenaga kesehatan, dokter muda diharapkan mampu memahami sistem kesehatan secara lebih menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program dan evaluasi pelayanan.

Sebanyak 20 dokter muda mengikuti kegiatan pembekalan tersebut sebagai bagian dari persiapan penugasan di 10 puskesmas di Kota Gorontalo. Pengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta dalam mengintegrasikan kompetensi klinis dengan pendekatan promotif, preventif, serta penguatan manajemen pelayanan kesehatan primer. Melalui kegiatan ini, FK UNG menegaskan komitmennya dalam menghasilkan dokter yang tidak hanya kompeten dalam penanganan klinis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan kesehatan masyarakat, kemampuan memahami kebijakan kesehatan, serta kesiapan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer.

Kolaborasi antara FK UNG dan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo diharapkan terus memperkuat sinergi pendidikan kedokteran dengan kebutuhan pelayanan kesehatan daerah, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran