FK UNG Rayakan Dies Natalis Ke-7 dan Penutupan Piala Cardia, Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pendidikan Kedokteran

Oleh: Jesica Mulyadi . 14 Juni 2026 . 22:12:24

GORONTALO – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan pendidikan kedokteran nasional melalui berbagai capaian akademik, inovasi kelembagaan, serta pengembangan pendidikan dokter spesialis. Komitmen tersebut disampaikan dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-7 FK UNG yang dirangkaikan dengan penutupan Piala Cardia, Sabtu (13/6/2026), di Lantai II Fakultas Kedokteran UNG. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BNI, Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, M.Kes., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., Koordinator Program Studi Sarjana Kedokteran dr. Nanang Roswita Paramata, M.Kes., Koordinator Program Studi Profesi Dokter Dr. dr. Sri Andriyani Ibrahim, M.Kes., Koordinator Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif dr. Romdon Purwanto, Sp.An-KIC., para kepala departemen, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Kegiatan Dies Natalis ke-7 Fakultas Kedokteran UNG dan penutupan Piala Cardia ini diketuai oleh dr. Siti Rakhmatia Paramita Th.Kum, M.Biomed., yang bersama panitia menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan akademik, olahraga, dan pengembangan minat bakat mahasiswa sebagai bagian dari perayaan hari jadi fakultas. Melalui kegiatan tersebut, FK UNG berupaya memperkuat solidaritas sivitas akademika sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat dan berorientasi pada prestasi.

Dalam sambutannya, Dekan FK UNG Dr. dr. Cecy Rahma Karim, M.Kes., menegaskan bahwa meskipun baru berusia tujuh tahun, FK UNG telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dan mampu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia. Menurutnya, FK UNG berhasil mencatatkan capaian hat-trick kelulusan 100 persen pada Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter (UKNPPD), sebuah prestasi yang menjadi indikator keberhasilan sistem pendidikan, pembinaan akademik, dan pendampingan mahasiswa yang dijalankan fakultas. “Di usia yang relatif muda, FK UNG telah membuktikan bahwa kualitas dapat dibangun melalui kerja keras, kolaborasi, dan komitmen seluruh sivitas akademika. Prestasi yang diraih bukan sekadar kebanggaan institusi, tetapi juga kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan kedokteran nasional,” ujar Cecy.

Ia juga mengungkapkan bahwa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pendidikan kedokteran di Indonesia, FK UNG mampu mempertahankan kualitas pembelajaran dan pembinaan mahasiswa. Bahkan, ketika sejumlah fakultas kedokteran di Indonesia harus mengambil kebijakan akademik yang berat terhadap mahasiswanya, FK UNG tetap menunjukkan performa akademik yang positif dan konsisten.

Selain berhasil meraih Akreditasi Unggul sebagai salah satu fakultas kedokteran termuda di Indonesia yang memperoleh predikat tersebut, FK UNG juga terus memperkuat kontribusinya terhadap pemenuhan kebutuhan dokter spesialis nasional melalui pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Saat ini, FK UNG telah membuka sejumlah program spesialis strategis, di antaranya Kardiologi, Bedah, Obstetri dan Ginekologi, serta Neurologi.

Menurut Cecy, pengembangan pendidikan dokter spesialis menjadi bagian dari upaya mendukung agenda nasional dalam pemerataan dan peningkatan layanan kesehatan di berbagai daerah, khususnya di kawasan Indonesia Timur. “Kita harus terus menjaga kualitas dengan berkarya dan berinovasi. Tantangan dunia kesehatan semakin kompleks sehingga perguruan tinggi dituntut mampu menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, FK UNG juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi yang akan mewakili Universitas Negeri Gorontalo pada ajang kompetisi tingkat nasional. Mahasiswa peraih Juara I pada seleksi Peksiminas tingkat universitas akan menjalani masa karantina pada September hingga Oktober mendatang sebagai persiapan menuju kompetisi nasional. Fakultas juga menyiapkan bentuk penghargaan akademik berupa pengakuan skripsi bagi mahasiswa yang berhasil meraih medali emas.

Sebagai puncak perayaan Dies Natalis ke-7, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan capaian FK UNG selama tujuh tahun terakhir. Acara kemudian dirangkaikan dengan pengumuman para pemenang Piala Cardia yang menjadi wadah pengembangan minat, bakat, sportivitas, dan kolaborasi mahasiswa.

Melalui momentum Dies Natalis ke-7, FK UNG menegaskan tekadnya untuk terus menjadi pusat pendidikan kedokteran yang unggul, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang dibutuhkan Indonesia menuju sistem kesehatan yang lebih kuat dan merata.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran