Gaya Hidup Mahasiswa Kedokteran, Sinyal Dini Ancaman Prahipertensi di Usia Muda

Oleh: Jesica Mulyadi . 1 Februari 2026 . 13:54:17

Selama ini, hipertensi sering dianggap sebagai penyakit orang tua. Namun, fakta ilmiah menunjukkan bahwa cikal bakal hipertensi justru banyak muncul sejak usia muda, terutama dalam bentuk prahipertensi. Kondisi ini menjadi peringatan dini ketika tekanan darah berada di atas normal, tetapi belum mencapai kategori hipertensi. Sebuah penelitian pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo membuka mata bahwa prahipertensi bukan lagi masalah langka di kalangan mahasiswa, bahkan pada kelompok yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan.

Satu dari Empat Mahasiswa Mengalami Prahipertensi

Penelitian yang melibatkan 120 mahasiswa tingkat awal dan akhir ini menemukan bahwa 23,3 persen mahasiswa berada pada kategori prahipertensi, sementara 3,3 persen lainnya sudah mengalami hipertensi. Artinya, hampir satu dari empat mahasiswa telah menunjukkan tanda awal gangguan tekanan darah. Temuan ini menegaskan bahwa usia muda bukan jaminan terbebas dari risiko penyakit kardiovaskular, terutama jika gaya hidup sehari-hari kurang sehat.

Fast Food, Kurang Tidur, dan Jarang Olahraga

Pola hidup mahasiswa menjadi sorotan utama dalam penelitian ini. Data menunjukkan tingginya konsumsi makanan cepat saji, rendahnya asupan buah dan sayur, serta kebiasaan sarapan yang tidak teratur. Hampir separuh mahasiswa mengonsumsi makanan cepat saji satu hingga tiga kali per minggu, bahkan sebagian lainnya lebih dari tiga kali. Selain itu, durasi tidur mahasiswa tergolong sangat kurang. Lebih dari separuh responden tidur kurang dari lima jam per hari, dan hampir tiga perempat memiliki kebiasaan begadang. Kurang tidur dan begadang diketahui dapat meningkatkan hormon stres dan mengganggu keseimbangan sistem saraf yang berperan mengatur tekanan darah. Dari sisi aktivitas fisik, mayoritas mahasiswa jarang berolahraga. Hanya sebagian kecil yang rutin berolahraga lebih dari tiga kali seminggu. Kondisi ini memperkuat risiko peningkatan tekanan darah sejak usia muda.

Berat Badan Berlebih Jadi Faktor Kunci

Status gizi juga berperan penting. Mahasiswa dengan indeks massa tubuh overweight dan obesitas menunjukkan kecenderungan prahipertensi paling tinggi. Secara fisiologis, kelebihan berat badan memicu berbagai gangguan metabolik, mulai dari resistensi insulin hingga peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis, yang semuanya berkontribusi pada kenaikan tekanan darah. Menariknya, prahipertensi lebih banyak ditemukan pada mahasiswa laki-laki dibanding perempuan. Hal ini diduga berkaitan dengan perbedaan hormonal, di mana hormon estrogen pada perempuan pramenopause memiliki efek protektif terhadap kesehatan pembuluh darah.

Kafein, Rokok, dan Stres Akademik

Meski sebagian besar mahasiswa tidak merokok, konsumsi kafein tergolong tinggi. Sekitar 70 persen mahasiswa mengonsumsi kafein secara rutin, baik setiap hari maupun sesekali. Pada sebagian individu, kafein dapat memicu peningkatan tekanan darah, terutama jika dikonsumsi berlebihan. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah stres akademik. Lebih dari separuh mahasiswa melaporkan tingkat stres yang tinggi akibat tuntutan akademik. Stres kronis diketahui berperan dalam meningkatkan tekanan darah melalui aktivasi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Ironisnya, masih banyak mahasiswa yang jarang atau bahkan tidak pernah memeriksa tekanan darah, sehingga kondisi prahipertensi sering tidak disadari.

Prah Hipertensi: Diam-Diam Tapi Berbahaya

Prah hipertetensi sering tidak menimbulkan keluhan berarti, sehingga kerap diabaikan. Padahal, jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat berkembang menjadi hipertensi dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta gangguan ginjal di kemudian hari. Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa prah hipertetensi adalah sinyal peringatan dini akibat gaya hidup yang kurang sehat, bukan sekadar faktor keturunan.

Saatnya Intervensi Sejak Bangku Kuliah

Temuan ini menegaskan pentingnya upaya promotif dan preventif sejak dini, bahkan di lingkungan pendidikan tinggi kesehatan. Edukasi pola makan seimbang, peningkatan aktivitas fisik, manajemen stres, serta kebiasaan memantau tekanan darah secara rutin perlu menjadi bagian dari budaya kampus. Mahasiswa kedokteran tidak hanya dipersiapkan sebagai tenaga kesehatan masa depan, tetapi juga perlu menjadi teladan gaya hidup sehat. Dengan perubahan perilaku sejak usia muda, risiko hipertensi dapat ditekan sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan serius.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa prahipertensi cukup sering terjadi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, dan berkaitan erat dengan pola hidup yang kurang sehat. Konsumsi makanan cepat saji, kurang tidur, minim aktivitas fisik, berat badan berlebih, konsumsi kafein, serta stres akademik menjadi faktor utama yang berkontribusi. Prahipertetensi bukan akhir, melainkan peringatan. Dengan perubahan gaya hidup yang tepat dan kesadaran sejak dini, generasi muda memiliki peluang besar untuk terhindar dari hipertensi dan penyakit kardiovaskular di masa depan.

Source: https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9638/6525

Author: Fadiyah Nurjannah Maku, Mohamad Farhan Ismail, Kevin Prasta Kadir, Muhammad Syahrul Ramadhan, Chindi Praditya Amelia Umar, Sitti Rahma

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran