Gelombang Panas Picu Gangguan Jantung Mematikan, Riset Ungkap Heat Stroke Kian Mengancam Akibat Perubahan Iklim

Oleh: Jesica Mulyadi . 27 Desember 2025 . 23:43:14

GORONTALO – Perubahan iklim tak hanya memicu cuaca ekstrem, tetapi juga menghadirkan ancaman serius bagi kesehatan manusia. Penelitian terbaru mengungkap bahwa gelombang panas yang makin intens akibat perubahan iklim dapat menyebabkan kerusakan jantung hingga kegagalan sirkulasi, terutama pada kasus heat stroke. Temuan tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Kolaboratif Sains edisi Desember 2025 oleh tim peneliti Program Studi Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Studi ini menyoroti bagaimana paparan panas ekstrem memicu gangguan sistem kardiovaskular yang berpotensi berujung pada kematian

Risiko Kematian Naik Seiring Suhu LingkunganBerdasarkan analisis data iklim dan kesehatan selama hampir 20 tahun, peneliti menemukan bahwa setiap kenaikan suhu lingkungan 1 derajat Celsius di atas ambang normal meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 2,1 persen. Dampaknya tidak selalu langsung, tetapi bisa muncul beberapa hari setelah paparan panas, terutama saat terjadi gelombang panas berkepanjangan. Kondisi ini memperjelas bahwa panas ekstrem bukan sekadar menyebabkan dehidrasi atau kelelahan, melainkan mampu membebani jantung secara signifikan.

Mayoritas Pasien Heat Stroke Alami Cedera JantungDalam kajian klinis terhadap pasien heat stroke, hasilnya mencemaskan. Sekitar 70 persen pasien menunjukkan peningkatan penanda kerusakan jantung (troponin), sementara lebih dari setengah pasien mengalami peningkatan BNP, indikator gangguan fungsi jantung. Tak hanya itu, peningkatan penanda peradangan dan pembekuan darah juga ditemukan, yang berhubungan erat dengan risiko kegagalan multi-organ. Kondisi ini menegaskan bahwa heat stroke merupakan keadaan darurat medis yang menyerang banyak sistem tubuh sekaligus.

Dari Jantung Bekerja Ekstra hingga KolapsPenelitian ini menjelaskan bahwa pada fase awal paparan panas, tubuh memaksa jantung bekerja lebih keras untuk membuang panas melalui pelebaran pembuluh darah. Namun, dalam 24–48 jam, mekanisme ini justru berbalik menjadi berbahaya. Jantung mengalami kelelahan, tekanan darah menurun, dan kemampuan memompa darah melemah—kondisi yang dikenal sebagai myocardial stunning. Dalam beberapa kasus, pasien bahkan datang dengan gangguan irama jantung berat atau henti jantung, meski suhu tubuh terukur tampak normal jika hanya diperiksa di permukaan kulit.

Tantangan Diagnosis dan Pentingnya Deteksi DiniPeneliti menegaskan bahwa pengukuran suhu inti tubuh jauh lebih akurat dibandingkan suhu permukaan. Ketergantungan pada termometer ketiak atau telinga berisiko menyebabkan keterlambatan diagnosis, yang dapat berakibat fatal. Selain itu, penggunaan penanda biologis seperti troponin, BNP, IL-6, dan D-dimer dinilai penting untuk mendeteksi lebih dini pasien yang berisiko mengalami perburukan.

Isu Kesehatan Global di Era Perubahan IklimPenelitian ini memperkuat bukti bahwa perubahan iklim adalah ancaman nyata bagi kesehatan kardiovaskular, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penderita penyakit jantung, pekerja luar ruang, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Peneliti mendorong penguatan kebijakan kesehatan publik, termasuk sistem peringatan dini gelombang panas, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, serta edukasi masyarakat tentang bahaya panas ekstrem. Dengan suhu global yang terus meningkat, heat stroke tidak lagi dapat dipandang sebagai kejadian langka, melainkan sebagai krisis kesehatan yang memerlukan respons serius dan terintegrasi—mulai dari kebijakan iklim hingga praktik medis di layanan kesehatan.

Source: https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9514/6476

Author: Nayla Prima Dyta, Ativa Muthia Diniyah, Andi Safa Natasya Lukman, Nadine Khaira, Zahratunnisa Abdul, Fatmawati Adelia Pakaya, Sri Manovita Pateda

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran