Gizi Aman di Dapur Umum: Kunci Menjaga Kesehatan Pengungsi Saat Bencana

Oleh: Jesica Mulyadi . 23 Desember 2025 . 09:19:55

Saat bencana terjadi, perhatian sering tertuju pada evakuasi dan bantuan logistik. Namun, ada satu hal penting yang kerap luput dari perhatian, yaitu gizi pengungsi. Padahal, makanan yang dikonsumsi selama masa pengungsian sangat menentukan daya tahan tubuh dan kesehatan masyarakat terdampak. Dalam kondisi darurat, pengungsi mudah mengalami kelelahan, lebih rentan terserang penyakit, dan berisiko mengalami masalah gizi. Risiko ini jauh lebih besar pada kelompok rentan, seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Karena itu, makanan dari dapur umum tidak boleh hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga aman, bergizi, dan sesuai kebutuhan.

Mengapa Gizi Sangat Penting Saat Bencana?Bencana menyebabkan perubahan besar pada pola hidup masyarakat. Akses air bersih terbatas, sanitasi kurang optimal, dan aktivitas fisik meningkat. Tanpa asupan gizi yang cukup, kondisi ini dapat menurunkan daya tahan tubuh dan mempercepat munculnya penyakit, seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan kelelahan berkepanjangan. Makanan yang dikelola dengan baik di dapur umum berperan penting dalam menjaga stamina, membantu proses pemulihan, serta melindungi pengungsi dari risiko penyakit.

Prinsip Dasar Memasak di Dapur UmumPengelolaan dapur umum saat bencana perlu berpegang pada prinsip Aman, Cukup, dan Sesuai.

  1. Aman berarti makanan diolah dengan memperhatikan kebersihan. Relawan perlu mencuci tangan sebelum memasak, menggunakan air bersih, memisahkan bahan mentah dan matang, serta memastikan makanan dimasak hingga benar-benar matang dan disimpan di tempat tertutup.
  2. Cukup berarti makanan diberikan secara teratur dan merata. Idealnya, setiap pengungsi mendapatkan makan tiga kali sehari dengan menu sederhana yang mengandung sumber karbohidrat (seperti nasi atau mie), lauk berprotein (telur, ikan, tempe, atau tahu), serta sayur jika tersedia.
  3. Sesuai berarti menu disesuaikan dengan kondisi pengungsi dan ketersediaan bahan pangan. Relawan perlu memastikan bahan makanan belum kedaluwarsa serta menggunakan garam beryodium dan minyak goreng yang telah difortifikasi vitamin A bila memungkinkan.

Perhatian Khusus untuk Kelompok RentanTidak semua pengungsi dapat diperlakukan sama. Balita membutuhkan makanan bertekstur lunak, tidak pedas, dan sesuai usia, seperti bubur atau MP-ASI. Pemberian susu formula juga harus mengikuti arahan tenaga kesehatan. Sementara itu, ibu hamil dan menyusui memerlukan porsi makan yang cukup dengan lauk berprotein lebih banyak untuk menjaga kesehatan ibu dan pertumbuhan janin atau bayi. Jika ditemukan balita yang sangat kurus atau pengungsi yang tampak sakit, relawan perlu segera melaporkannya kepada petugas kesehatan.

Peran Penting Relawan Dapur UmumRelawan dapur umum bukan sekadar petugas memasak, tetapi juga penjaga kesehatan pengungsi. Relawan bertanggung jawab memastikan makanan dibagikan secara merata, aman dikonsumsi, dan sesuai kebutuhan. Setiap bantuan makanan yang datang perlu diperiksa tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta izin edarnya. Jika ada keraguan terhadap keamanan makanan, relawan tidak dianjurkan mengambil keputusan sendiri, melainkan segera melaporkan kepada koordinator atau petugas kesehatan.

Masakan Sederhana Tetap Bisa BergiziMakanan bergizi tidak selalu harus mahal atau rumit. Dengan bahan sederhana dan pengolahan yang bersih, dapur umum dapat menyediakan makanan yang aman dan menyehatkan. Kebersihan bahkan sama pentingnya dengan rasa, karena makanan yang tidak higienis justru dapat menimbulkan masalah kesehatan baru di tengah kondisi darurat.

PenutupPengelolaan dapur umum yang aman dan bergizi merupakan bagian penting dari upaya perlindungan kesehatan pengungsi saat bencana. Melalui penerapan prinsip gizi darurat dan edukasi yang tepat kepada relawan, dapur umum dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Masak dengan peduli, karena dari dapur umum, kesehatan pengungsi dijaga.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran