Gondok Masih Mengintai: Pentingnya Kesadaran Konsumsi Yodium bagi Masyarakat

Oleh: Jesica Mulyadi . 15 Maret 2026 . 13:55:47

Penyakit gondok atau struma mungkin terdengar sebagai penyakit lama yang sudah jarang ditemui. Namun, pada kenyataannya, gangguan pembesaran kelenjar tiroid ini masih menjadi masalah kesehatan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kurangnya asupan yodium dalam makanan menjadi salah satu penyebab utama munculnya gangguan pada kelenjar tiroid yang dapat berdampak luas terhadap kesehatan tubuh. Kelenjar tiroid merupakan organ endokrin yang terletak di bagian depan leher dan berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid yang berfungsi mengontrol berbagai proses biologis, seperti metabolisme energi, pertumbuhan, serta perkembangan organ tubuh. Agar dapat menghasilkan hormon tersebut secara optimal, tubuh membutuhkan asupan yodium yang cukup setiap hari. Ketika asupan yodium tidak terpenuhi, kelenjar tiroid akan berusaha bekerja lebih keras untuk memproduksi hormon. Sebagai bentuk kompensasi, kelenjar tersebut akan membesar sehingga tampak sebagai pembengkakan di leher yang dikenal sebagai struma atau gondok. Kondisi ini dikenal sebagai Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) dan masih ditemukan di berbagai wilayah di dunia. Secara global, diperkirakan sekitar 200 juta orang mengalami struma dari sekitar 800 juta orang yang mengonsumsi yodium dalam jumlah rendah. Angka ini menunjukkan bahwa kekurangan yodium masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup besar.

Gambaran Kasus di Gorontalo

Sebuah penelitian yang dilakukan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Kota Gorontalo, memberikan gambaran mengenai karakteristik pasien struma yang menjalani operasi tiroidektomi. Penelitian tersebut menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan melibatkan 49 pasien yang menjalani operasi tiroidektomi pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien struma adalah perempuan, yaitu sebanyak 79,6 persen, sementara laki-laki hanya sekitar 20,4 persen. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa gangguan tiroid memang lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Salah satu faktor yang menjelaskan kondisi ini adalah pengaruh hormon estrogen pada perempuan. Hormon tersebut dapat meningkatkan kadar Thyroid Binding Globulin (TBG) yang berperan dalam mengikat hormon tiroid di dalam darah. Ketika kadar hormon tiroid bebas menurun, kelenjar hipofisis akan merangsang peningkatan hormon Thyroid Stimulating Hormone (TSH) yang pada akhirnya dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid sebagai mekanisme kompensasi tubuh. Selain faktor jenis kelamin, penelitian tersebut juga menemukan bahwa sebagian besar pasien berada pada kelompok usia dewasa, khususnya pada rentang usia produktif. Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan tiroid tidak hanya menjadi masalah kesehatan pada usia lanjut, tetapi juga dapat terjadi pada individu yang masih aktif bekerja dan beraktivitas.

Faktor Lingkungan dan Pola Konsumsi

Penelitian tersebut juga mengungkapkan fakta menarik mengenai faktor lingkungan tempat tinggal pasien. Sebagian besar pasien struma ternyata berasal dari wilayah non-pesisir, yaitu sekitar 81,6 persen, sementara hanya sebagian kecil yang tinggal di wilayah pesisir. Wilayah pesisir umumnya memiliki akses yang lebih baik terhadap sumber makanan laut yang kaya yodium. Sebaliknya, masyarakat di daerah pegunungan atau non-pesisir lebih berisiko mengalami kekurangan yodium karena keterbatasan sumber pangan yang mengandung mineral tersebut. Selain faktor geografis, kebiasaan konsumsi masyarakat juga turut memengaruhi risiko terjadinya struma. Beberapa survei menunjukkan bahwa masih banyak rumah tangga yang menggunakan garam tanpa kandungan yodium. Padahal, penggunaan garam beryodium merupakan salah satu strategi utama yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk mencegah gangguan akibat kekurangan yodium. Dalam sebuah penelitian terhadap penggunaan garam rumah tangga, ditemukan bahwa sekitar 64,4 persen rumah tangga masih menggunakan garam yang tidak berlabel yodium. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kelenjar tiroid.

Karakteristik Klinis Pasien

Dari segi kondisi klinis, sebagian besar pasien dalam penelitian tersebut berada pada kondisi eutiroid, yaitu kondisi di mana kadar hormon tiroid masih berada dalam batas normal meskipun kelenjar tiroid mengalami pembesaran. Kondisi ini ditemukan pada sekitar 87,8 persen pasien. Selain itu, jenis struma yang paling banyak ditemukan adalah nodosa non-toksik, yaitu pembesaran kelenjar tiroid yang tidak disertai dengan peningkatan produksi hormon tiroid secara berlebihan. Jenis ini ditemukan pada sekitar 65,3 persen pasien dalam penelitian tersebut. Dalam kasus tertentu, penanganan struma memerlukan tindakan pembedahan yang dikenal sebagai tiroidektomi, yaitu prosedur operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar tiroid. Pada penelitian ini, jenis operasi yang paling sering dilakukan adalah isthmolobektomi, yaitu pengangkatan sebagian kelenjar tiroid yang melibatkan lobus dan isthmus. Prosedur ini dilakukan pada sekitar 57,1 persen pasien.

Pentingnya Pencegahan Sejak Dini

Meskipun pengobatan dan tindakan operasi dapat dilakukan untuk menangani struma, langkah pencegahan tetap menjadi strategi yang paling efektif dalam mengatasi masalah ini. Salah satu cara paling sederhana adalah memastikan bahwa masyarakat mengonsumsi garam beryodium secara rutin. Selain itu, edukasi kesehatan mengenai pentingnya asupan yodium juga perlu terus digalakkan. Masyarakat perlu memahami bahwa kekurangan yodium tidak hanya menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid, tetapi juga dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan lain, termasuk gangguan metabolisme, pertumbuhan, serta perkembangan kognitif. Upaya pencegahan juga harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah, hingga masyarakat itu sendiri. Program surveilans gizi yang dilakukan oleh pemerintah, termasuk pemantauan penggunaan garam beryodium di rumah tangga, menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa kebutuhan yodium masyarakat terpenuhi.

Membangun Kesadaran Kesehatan Masyarakat

Masalah struma sebenarnya dapat dicegah dengan langkah yang sederhana namun konsisten. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi yodium perlu terus ditingkatkan melalui edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya yodium serta menjaga pola konsumsi yang sehat, risiko gangguan tiroid dapat ditekan secara signifikan. Pada akhirnya, upaya pencegahan ini bukan hanya tentang mencegah penyakit gondok, tetapi juga tentang menjaga kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Penyakit gondok mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat tidak dapat dianggap sepele. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya yodium menjadi langkah penting untuk memastikan generasi yang lebih sehat di masa depan.

Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/gojhes/article/view/29119/9996

Author: Putra Purnama Hairama, Febi Iswandi Suarno, Sri Manovita Pateda, Nanang Roswita Paramata, Helen Nazaruddin

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran