Selama ini, penderita darah tinggi sering kali mengeluhkan rasa lelah yang berkepanjangan (fatigue). Namun, rasa lelah ini kerap dianggap sebagai efek samping biasa dari aktivitas harian. Sebuah terobosan ilmiah terbaru kini mengungkap bahwa kelelahan tersebut berkaitan dengan sistem metabolisme di otot dan obat bernama spironolakton muncul sebagai kandidat penyelamat. Riset kolaboratif dari para peneliti Universitas Indonesia bersama Universitas Negeri Gorontalo dan IPB University menunjukkan bahwa obat yang biasanya digunakan untuk membuang kelebihan cairan (diuretik) ini memiliki fungsi ganda yang tak terduga: memperbaiki stamina otot pada penderita hipertensi.
Mengapa Darah Tinggi Bikin Cepat Lelah?
Hipertensi, terutama yang sensitif terhadap asupan garam, tidak hanya menyerang jantung tetapi juga mengganggu pasokan energi ke otot. Melalui eksperimen pada subjek hewan yang diberi diet tinggi garam, peneliti menemukan adanya gangguan pada sistem yang disebut HIF-1α—sebuah "saklar" protein yang mengatur bagaimana sel tubuh beradaptasi dengan rendahnya oksigen. Akibat gangguan ini, otot menjadi lemah dan penderita hipertensi merasa cepat lelah bahkan saat melakukan aktivitas ringan.
Spironolactone: Lebih dari Sekadar Obat Tensi
Melalui metode canggih computational molecular analysis (simulasi molekuler komputer), peneliti menemukan bahwa Spironolactone bekerja secara cerdas. Obat ini mampu berikatan dengan target-target kunci dalam sel yang membantu menormalkan kembali sistem energi otot. Spironolactone terbukti tidak hanya menurunkan tekanan darah, tetapi juga secara signifikan meningkatkan daya tahan otot. Ini memberikan harapan bagi peningkatan kualitas hidup pasien hipertensi yang selama ini terhambat oleh kelelahan kronis.
Dari Laboratorium Menuju Pemulihan Stamina
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa subjek yang diberikan spironolakton mampu bertahan lebih lama saat beraktivitas fisik dibandingkan dengan yang tidak. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi peradangan dan memperbaiki metabolisme seluler yang rusak akibat tekanan darah tinggi. Penemuan ini menjadi bagian dari strategi drug repurposing, yaitu mencari manfaat baru dari obat-obat lama yang sudah teruji keamanannya. Dengan cara ini, proses pengembangan terapi untuk pasien bisa menjadi lebih cepat dan efisien.
Pesan Penting: Konsultasi Tetap Utama
Meskipun hasil penelitian ini sangat menjanjikan, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pengobatan mandiri. Spironolactone adalah obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter untuk menghindari ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Temuan ini mempertegas posisi peneliti Indonesia dalam kancah sains global, membuktikan bahwa solusi untuk masalah kesehatan masyarakat yang kompleks bisa ditemukan melalui ketekunan riset molekuler dan kolaborasi antarlembaga.
Sources: https://www.researchsquare.com/article/rs-8419825/v1
Author: Muhamad Rizqy Fadhillah, Wawaimuli Arozal, Raymond Rubianto Tjandrawinata, Dewi Sukmawati, Edwina Rugaiah Monayo, Fachrur Rizal Mahendra, Deni Noviana
#FKUNG
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran