Hidup di Atas Patahan Aktif, Indonesia Tak Punya Pilihan Selain Siaga Gempa

Oleh: Jesica Mulyadi . 16 Desember 2025 . 20:46:04

Gorontalo — Gempa bumi bukan ancaman hipotetis di Indonesia. Ia nyata, berulang, dan dapat terjadi kapan saja. Negara ini berdiri tepat di jalur Cincin Api Pasifik, kawasan pertemuan lempeng-lempeng tektonik paling aktif di dunia. Setiap getaran adalah pengingat keras bahwa keselamatan masyarakat sangat ditentukan oleh kesiapsiagaan, bukan keberuntungan. Materi edukasi kebencanaan bertema Gempa Bumi menegaskan bahwa gempa terjadi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam bumi yang menimbulkan gelombang seismik dan mengguncang permukaan tanah. Dampaknya tidak main-main: bangunan runtuh, infrastruktur lumpuh, dan nyawa manusia menjadi taruhan

Gorontalo di Zona Bahaya yang NyataDi tingkat regional, Gorontalo berada dalam kondisi yang tidak kalah mengkhawatirkan. Wilayah ini terletak di jalur pertemuan beberapa lempeng bumi dan memiliki banyak patahan aktif yang terus bergerak. Artinya, gempa dapat terjadi tanpa tanda dan tanpa waktu untuk bersiap. Situasi ini menjadikan mitigasi bencana bukan sekadar wacana akademik, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut keselamatan masyarakat luas.

Gempa Tak Hanya Mengguncang Tanah, Tapi Juga KehidupanMateri tersebut menjelaskan, gempa bumi terbagi menjadi dua jenis utama: gempa vulkanik akibat tekanan gas dan magma gunung api, serta gempa tektonik akibat pergeseran atau tabrakan antar lempeng. Dari keduanya, gempa tektonik merupakan ancaman terbesar karena cakupan dan kekuatannya yang luas. Dampak gempa tidak berhenti pada bangunan yang roboh. Gempa dapat memicu bencana berantai seperti tsunami dan tanah longsor, serta menciptakan kepanikan massal yang justru memperbesar jumlah korban apabila masyarakat tidak memahami langkah penyelamatan diri yang benar

Detik-Detik Penentu Hidup dan MatiDalam situasi gempa, pengetahuan adalah pembeda antara selamat dan celaka. Materi mitigasi menekankan bahwa saat guncangan terjadi, masyarakat harus segera berlindung di bawah meja yang kokoh, melindungi kepala dan leher, serta menjauhi jendela dan benda berat yang berpotensi roboh. Sebaliknya, tindakan spontan seperti berlari keluar gedung saat gempa masih berlangsung, menggunakan lift, atau berdiri di dekat pintu justru berisiko fatal dan harus dihindari. Kepanikan disebut sebagai musuh terbesar dalam situasi darurat

Edukasi Kreatif untuk Melawan KepanikanMenariknya, materi edukasi ini tidak disampaikan dengan pendekatan kaku. Lagu bertema gempa, kuis interaktif, hingga simulasi bencana digunakan untuk menanamkan refleks keselamatan, khususnya pada anak-anak dan pelajar. Pendekatan ini bertujuan membentuk respons otomatis: melindungi diri, bukan panik. Simulasi bencana menjadi penegasan bahwa kesiapsiagaan tidak cukup dipahami, tetapi harus dilatih dan dibiasakan.

Mitigasi Gempa adalah Urusan NyawaDi negara dengan aktivitas seismik setinggi Indonesia, mitigasi bencana bukan pilihan, bukan pula pelengkap kurikulum. Ia adalah urusan nyawa. Setiap individu yang memahami apa yang harus dilakukan saat gempa berkontribusi langsung dalam menurunkan risiko korban jiwa. Pesan utama dari materi ini jelas: gempa tidak bisa dicegah, tetapi korban bisa diminimalkan. Kesiapsiagaan hari ini adalah penyelamat esok hari.

Source: Kelompok II , Stase IKKB Profesi Dokter 

Dosen Pembimbing: Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran