GORONTALO – Hipertensi yang selama ini identik dengan penyakit orang dewasa kini mulai mengancam kelompok usia muda. Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan: hampir setengah remaja usia 15–23 tahun di wilayah kerja Puskesmas Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, terdeteksi mengalami hipertensi. Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh tim mahasiswa dan dosen Program Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan dipublikasikan dalam Jurnal Promotif Preventif edisi Desember 2025. Penelitian melibatkan 262 remaja yang dipilih secara acak dan dilakukan melalui pengukuran tekanan darah serta wawancara mendalam mengenai gaya hidup dan faktor lingkungan
Banyak Faktor, Gaya Hidup Jadi Pemicu UtamaHasil penelitian menunjukkan bahwa hipertensi pada remaja dipengaruhi oleh 13 faktor risiko utama, mulai dari faktor genetik, jenis kelamin, kelebihan berat badan, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Remaja dengan berat badan berlebih atau obesitas, pola makan tinggi garam dan lemak, serta aktivitas fisik rendah tercatat memiliki risiko hipertensi jauh lebih tinggi. Selain itu, kualitas tidur yang buruk dan rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan turut memperparah kondisi tekanan darah.
Peran Tenaga Kesehatan Jadi Faktor Paling MenentukanMenariknya, penelitian ini menemukan bahwa peran tenaga kesehatan menjadi faktor paling dominan dalam menurunkan risiko hipertensi remaja. Remaja yang rutin mendapatkan edukasi, konseling, dan pemeriksaan tekanan darah dari petugas kesehatan memiliki risiko hipertensi yang lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang tersentuh layanan kesehatan. “Intervensi promotif dan preventif oleh petugas kesehatan terbukti sangat efektif membentuk perilaku hidup sehat pada remaja,” tulis peneliti dalam laporannya.
Dukungan Teman Sebaya dan Akses Pangan Sehat BerpengaruhSelain peran tenaga kesehatan, dukungan teman sebaya juga berperan penting. Remaja yang berada dalam lingkungan pertemanan positif cenderung lebih aktif secara fisik dan lebih peduli pada kesehatan. Sebaliknya, remaja dengan akses terbatas terhadap makanan sehat memiliki risiko hipertensi lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa hipertensi remaja bukan hanya persoalan medis, tetapi juga masalah sosial dan lingkungan.
Ancaman Penyakit Tidak Menular di Usia MudaHipertensi pada remaja sering kali tidak bergejala dan luput dari deteksi. Padahal, jika tidak dikendalikan sejak dini, kondisi ini dapat berkembang menjadi hipertensi menetap hingga dewasa dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta gagal ginjal di masa depan. Data nasional juga menunjukkan tren serupa, dengan meningkatnya prevalensi hipertensi pada kelompok usia 15–24 tahun di Indonesia.
Dorong Skrining Dini dan Edukasi BerkelanjutanPenelitian ini menegaskan pentingnya skrining tekanan darah secara rutin pada remaja, terutama di sekolah dan puskesmas. Peneliti merekomendasikan penguatan program edukasi gaya hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik, pengendalian berat badan, serta pencegahan perilaku berisiko seperti merokok dan konsumsi alkohol. Upaya promotif dan preventif sejak usia remaja dinilai krusial untuk menekan beban penyakit tidak menular dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yakni menjamin kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua usia. Dengan pendekatan terpadu yang melibatkan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial, hipertensi pada remaja bukan hanya bisa dikendalikan, tetapi juga dicegah sejak dini.
Sources: https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2440/1265
Author: Noval Y. D J. Polapa, Muhammad Isman Jusuf, Chairunnisah J. Lamangantjo, Vivien Novarina A. Kasim
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran