Gorontalo — Indonesia hidup di wilayah rawan gempa. Letaknya yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) menjadikan gempa bumi sebagai ancaman permanen yang tidak bisa dihindari, tetapi dapat diminimalkan dampaknya melalui mitigasi yang tepat dan kesiapsiagaan masyarakat. Materi Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang disusun oleh MPPD Departemen Kegawatdaruratan dan Bencana Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) menjelaskan bahwa gempa bumi merupakan getaran atau guncangan di permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam bumi. Peristiwa ini umumnya dipicu oleh pergerakan lempeng tektonik, aktivitas vulkanik, atau runtuhan bawah tanah
Dampak Luas dan BerantaiGempa bumi tidak hanya merusak bangunan dan infrastruktur, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, memicu kebakaran, tanah longsor, gangguan listrik serta komunikasi, bahkan tsunami jika pusat gempa berada di laut. Dampak berantai tersebut menjadikan gempa sebagai bencana yang berpotensi menimbulkan krisis kemanusiaan dalam waktu singkat. Kondisi ini menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap risiko gempa dan langkah penyelamatan diri menjadi faktor krusial dalam menekan jumlah korban.
Mitigasi Dimulai Sebelum BencanaFK UNG menekankan bahwa mitigasi gempa harus dimulai jauh sebelum bencana terjadi. Masyarakat diimbau memasang perabot rumah tangga dengan kuat agar tidak mudah roboh, menyiapkan tas siaga bencana berisi air minum, obat-obatan, senter, dan makanan siap saji, serta mengenali jalur evakuasi di lingkungan tempat tinggal dan sekolah
Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi risiko cedera dan kepanikan saat gempa terjadi.
Setiap Orang Bisa Jadi PenolongMenariknya, materi mitigasi ini juga membekali masyarakat dengan pengetahuan evakuasi dan pertolongan pertama, mulai dari teknik evakuasi korban hingga Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada kondisi tertentu. Pesan yang disampaikan jelas: meski bukan tenaga medis, masyarakat dapat berperan sebagai penolong pertama selama dilakukan dengan prinsip keselamatan.
Mitigasi Bukan Pilihan, Tapi KebutuhanDi tengah realitas Indonesia sebagai negara rawan gempa, mitigasi bencana tidak lagi bersifat opsional. Pengetahuan, latihan, dan kesiapsiagaan menjadi pembeda antara keselamatan dan tragedi. FK UNG menegaskan bahwa membangun budaya sadar bencana sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi nyawa dan memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi gempa bumi yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Sources: Kelompok 6, Stase IKKB Profesi Dokter
Dosen Pembimbing: Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran