Gorontalo – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali menegaskan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kampanye nasional bertema “Apa pun Gayanya, Hidup Bersih dan Sehat Perilakunya.” Kampanye ini mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan sehat dimulai dari rumah, lingkungan terdekat, hingga komunitas. PHBS merupakan langkah sederhana namun sangat efektif untuk mencegah penyakit, meningkatkan kualitas hidup, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi keluarga.

Mengapa PHBS Penting?PHBS bukan hanya sekadar anjuran pemerintah, tetapi investasi jangka panjang untuk kesehatan keluarga. Dengan PHBS:
Ayo Mulai Hari Ini!PHBS adalah langkah nyata menuju Indonesia yang lebih sehat. Dengan menerapkan 10 kebiasaan sederhana ini, kita membantu menciptakan masyarakat yang lebih peduli kesehatan, lebih kuat, dan lebih produktif. Kemenkes RI mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup, bukan sekadar slogan.
Langkah Kecil, Dampak BesarPenerapan PHBS bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi seluruh anggota keluarga dan masyarakat. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana ini, setiap rumah dapat menjadi lingkungan yang lebih sehat, aman, dan nyaman. Kementerian Kesehatan berharap masyarakat semakin sadar bahwa pola hidup sehat tidak harus mahal—cukup dimulai dari rumah, dari kebiasaan yang sederhana.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran