Kasus Dengue di Gorontalo Picu Gangguan Irama Jantung yang Menyerupai Serangan Jantung

Oleh: Jesica Mulyadi . 15 Desember 2025 . 09:03:58

Infeksi demam berdarah dengue (DBD) tidak hanya berdampak pada penurunan trombosit, tetapi juga dapat memicu gangguan irama jantung yang menyerupai serangan jantung. Fakta ini terungkap dalam laporan kasus medis yang dipublikasikan di International Journal of Cardiovascular Sciences tahun 2025. Laporan tersebut mengulas kasus seorang perempuan berusia 50 tahun di Gorontalo yang dirawat akibat dengue. Pasien datang dengan keluhan demam tinggi, nyeri otot, nyeri sendi, sakit kepala, dan kelelahan. Pemeriksaan laboratorium memastikan infeksi dengue dengan penurunan jumlah trombosit. Namun, pemeriksaan jantung justru menunjukkan temuan yang mengejutkan.

Hasil rekaman jantung atau elektrokardiogram (EKG) menunjukkan adanya Left Bundle Branch Block (LBBB), yaitu gangguan aliran listrik jantung yang umumnya dikaitkan dengan penyakit jantung serius. Meski demikian, pasien tidak mengeluhkan nyeri dada maupun gejala khas serangan jantung lainnya. Setelah menjalani perawatan standar dengue berupa pemberian cairan dan obat penurun panas, kondisi pasien berangsur membaik. Pada hari keempat perawatan, gangguan LBBB menghilang. Namun, muncul perubahan gelombang listrik jantung yang tampak seperti tanda kekurangan aliran darah ke jantung. Pemeriksaan lanjutan memastikan kondisi tersebut merupakan fenomena cardiac memory, yakni perubahan sementara pada EKG yang bersifat jinak dan tidak berbahaya. Pada hari ketujuh perawatan, hasil EKG pasien kembali normal tanpa ditemukan kerusakan jantung. Pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi dan enzim jantung juga menunjukkan hasil normal, menandakan tidak terjadi serangan jantung maupun kerusakan permanen pada jantung.

Penulis laporan menegaskan bahwa gangguan irama jantung pada pasien dengue memang jarang terjadi, tetapi perlu diwaspadai. Perubahan EKG akibat dengue dapat menyerupai kondisi gawat darurat jantung, sehingga berisiko menimbulkan salah diagnosis dan tindakan medis yang tidak perlu jika tidak dikenali dengan baik. Kasus ini menjadi pengingat bahwa dengue merupakan penyakit sistemik yang dapat memengaruhi berbagai organ tubuh, termasuk jantung. Para peneliti mendorong tenaga kesehatan untuk melakukan pemantauan jantung secara cermat pada pasien dengue, terutama jika ditemukan perubahan pada hasil EKG. 

 

Source: https://www.scielo.br/j/ijcs/a/7VxZpsPmTfz3Sh3WXHnVYst/?lang=en

Author: Muchtar Nora Ismail Siregar, Jasmine Ibtisamah Alkatiri

#FKUNGgul #kedokteranung #BahayaDBD

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran