Gorontalo – Upaya penguatan kesiapsiagaan bencana gempa bumi di lingkungan pendidikan terus dilakukan. Edukasi Manajemen Gempa digelar di SMP Negeri 4 Kota Gorontalo, Rabu (10/12/2025), sebagai bagian dari langkah preventif membangun budaya sadar bencana sejak dini.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Kebencanaan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) serta Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran UNG, yang juga bertindak sebagai dosen pembimbing mahasiswa, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes. Kehadiran unsur pimpinan tersebut menegaskan komitmen UNG dalam mendukung edukasi kebencanaan di tingkat sekolah.
Dalam kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai manajemen gempa bumi, meliputi langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa. Materi disusun secara sistematis dan mudah dipahami, mengingat Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang rawan gempa akibat pertemuan tiga lempeng besar dunia, yakni Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik
Manajemen Gempa_20251226_232315…
.
Edukasi menekankan bahwa gempa bumi tidak dapat diprediksi, namun risiko korban jiwa dan cedera dapat ditekan melalui kesiapsiagaan. Dalam pemaparan dijelaskan bahwa sebagian besar cedera saat gempa justru terjadi akibat kepanikan dan jatuhnya benda berat, bukan semata karena guncangan tanah
Peserta mendapatkan pembekalan mitigasi prabencana, seperti mengenali jalur evakuasi sekolah, titik kumpul, serta pentingnya latihan simulasi secara berkala. Saat gempa, siswa diarahkan untuk menerapkan prinsip Drop, Cover, and Hold On, menjauhi kaca dan lemari, serta tidak berlari keluar ruangan saat guncangan masih berlangsung. Sementara pascagempa, siswa diajarkan untuk tetap tenang, mengikuti arahan guru, waspada terhadap gempa susulan, dan membantu proses evakuasi secara tertib
Selain itu, kegiatan ini juga memuat edukasi penanganan awal korban, seperti teknik bebat tekan untuk menghentikan perdarahan, pembidaian pada cedera tulang, serta teknik evakuasi korban dengan atau tanpa alat sederhana yang dapat dilakukan oleh orang awam di lingkungan sekolah
Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, pemahaman dasar mengenai manajemen gempa akan membantu siswa bersikap tenang, disiplin, dan saling melindungi ketika bencana terjadi.
Pihak SMP Negeri 4 Kota Gorontalo menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap edukasi kebencanaan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa yang tangguh menghadapi risiko bencana.
Melalui edukasi ini, diharapkan tercipta generasi muda yang tidak hanya memahami ancaman gempa bumi, tetapi juga memiliki keterampilan dasar penyelamatan diri dan kepedulian terhadap keselamatan bersama di lingkungan sekolah maupun masyarakat
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran