
Melbourne, Australia – Ketua Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG), Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N, FISQua, mengikuti program Australia Award Fellowship (AAF) yang berlangsung sejak 7 hingga 24 November 2025 di Monash University, Melbourne, Australia. Program ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Monash University dan Universitas Negeri Gorontalo.
Selama kurang lebih dua minggu di Australia, para peserta AAF mendapatkan pembelajaran intensif mengenai konsep Digital Health yang telah diterapkan secara luas di Australia. Mereka mengikuti master class dari para pakar Digital Health Monash University dan melakukan berbagai kunjungan lapangan ke sejumlah institusi kesehatan terkemuka, di antaranya: Victoria Heart Hospital, Royal Melbourne Hospital, Valditron Digital Health, Embodied Visualisation Lab, AI for Medical Center, dan Victoria Department of Health. Selain itu, peserta juga turut berpartisipasi dalam dua agenda ilmiah internasional, yaitu SHARE Conference 2025 dan MIME Annual Symposium.
Setelah menerima materi dan melakukan visitasi lapangan, seluruh peserta AAF diwajibkan menyusun action plan yang akan diimplementasikan di Indonesia selama tiga bulan ke depan. Pada Februari 2026, peserta dijadwalkan kembali ke Australia untuk mempresentasikan hasil pelaksanaan proyek masing-masing. Untuk program AAF di Indonesia, Dr. Isman Jusuf mengangkat topik “Gorontalo Stroke Digital Care Pathway” yang akan dilaksanakan sebagai pilot project di RSUD Prof. dr. Aloei Saboe, rumah sakit pendidikan utama FK UNG. Program berbasis digital ini mencakup empat komponen utama: Digital Pre-Hospital, Digital In-Hospital, Digital Rehabilitasi dan Long-Term Care, dan Digital Data dan Analisis.
Menurut Dr. Isman, proyek ini menjadi langkah penting menuju pelayanan kesehatan berbasis teknologi di Gorontalo. “Melalui program ini, kami ingin menghadirkan alur layanan stroke yang lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis data digital sehingga memberikan hasil klinis yang lebih baik bagi pasien. Kesempatan belajar di Monash University memberikan wawasan luar biasa yang sangat relevan dengan kebutuhan transformasi kesehatan di daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan Dr. Isman dalam program bergengsi ini. “Kami sangat bangga karena salah satu dosen terbaik FK UNG dapat mengikuti Australia Award Fellowship dan mengembangkan proyek strategis yang langsung menyentuh kebutuhan layanan kesehatan di Gorontalo. Kami berharap inovasi ‘Gorontalo Stroke Digital Care Pathway’ dapat menjadi model pelayanan digital yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan kerja sama internasional ini. “Semoga ilmu, jejaring, dan pengalaman yang dibawa pulang tidak hanya bermanfaat bagi institusi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya FK UNG menuju fakultas kedokteran yang unggul dan berdaya saing global,” tambahnya.
Melalui proyek ini, diharapkan terwujud peningkatan layanan kesehatan berbasis teknologi, khususnya dalam penanganan stroke di Provinsi Gorontalo. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh melalui program AAF membawa keberkahan serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran