Kombinasi Tablet Zat Besi dan Kurma Paling Efektif Atasi Anemia Wanita Usia Subur

Oleh: Jesica Mulyadi . 27 Desember 2025 . 00:05:02

GORONTALO – Anemia masih menjadi persoalan kesehatan serius bagi wanita usia subur di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya menurunkan daya tahan tubuh dan produktivitas, tetapi juga berisiko menimbulkan komplikasi kehamilan dan melahirkan generasi yang kurang sehat. Penelitian terbaru di Kota Gorontalo menunjukkan bahwa kombinasi tablet zat besi dan kurma terbukti paling efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada wanita usia subur yang mengalami anemia. Temuan tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Promotif Preventif edisi Desember 2025 oleh tim peneliti dari Program Pascasarjana Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini melibatkan 45 wanita usia subur penderita anemia yang dibagi ke dalam tiga kelompok intervensi, yakni pemberian tablet zat besi, tablet zat besi kombinasi kurma, dan sari kurma selama 14 hari

Kadar Hemoglobin Naik di Semua KelompokHasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh intervensi memberikan dampak positif terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Kelompok yang menerima tablet zat besi mengalami kenaikan rata-rata kadar hemoglobin dari 9,32 g/dL menjadi 10,95 g/dL. Sementara itu, kelompok sari kurma mengalami peningkatan dari 9,72 g/dL menjadi 10,36 g/dL. Namun, peningkatan paling signifikan terjadi pada kelompok yang menerima tablet zat besi kombinasi kurma. Pada kelompok ini, kadar hemoglobin melonjak dari 9,19 g/dL menjadi 11,61 g/dL, dengan selisih peningkatan tertinggi dibandingkan dua kelompok lainnya.

Kurma Perkuat Efektivitas Zat BesiPeneliti menjelaskan bahwa kurma mengandung zat besi non-heme, vitamin C, asam folat, serta antioksidan yang membantu meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh. Kandungan tersebut membuat kombinasi tablet zat besi dan kurma bekerja lebih optimal dalam merangsang pembentukan sel darah merah. “Kurma berperan sebagai pendukung alami yang meningkatkan bioavailabilitas zat besi, sehingga proses peningkatan hemoglobin menjadi lebih efektif,” tulis peneliti dalam pembahasannya.

Relevan dengan Program Nasional Pencegahan AnemiaTemuan ini relevan dengan program nasional Tablet Tambah Darah (TTD) yang selama ini menjadi andalan pemerintah dalam menekan angka anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Meski cakupan distribusi TTD tergolong tinggi, tingkat kepatuhan konsumsi masih rendah akibat efek samping dan rendahnya penerimaan masyarakat. Kombinasi tablet zat besi dengan bahan pangan alami seperti kurma dinilai berpotensi meningkatkan kepatuhan konsumsi, karena lebih mudah diterima dan minim efek samping.

Dukung SDGs dan Kesehatan PerempuanPenelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan nutrisi terpadu dalam pencegahan dan penanganan anemia, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua usia. Peneliti merekomendasikan agar kombinasi suplementasi zat besi dan pangan lokal bergizi seperti kurma dapat dipertimbangkan sebagai strategi pendamping dalam program kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat layanan primer. Dengan peningkatan kadar hemoglobin yang lebih optimal, wanita usia subur diharapkan memiliki kualitas hidup yang lebih baik, produktivitas meningkat, serta kesiapan kesehatan yang lebih kuat dalam menghadapi masa kehamilan dan persalinan di masa depan.

Sources: https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2390/1242

Author: Adiba Said, Sunarto Kadir, Vivien Novarina A. Kasim

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran