
Makassar — Sistem Kesehatan Akademik (SKA) Wilayah VI menggelar pertemuan koordinasi wilayah VI. Kegiatan ini dilaksanakan pada 26 – 27 September 2025 dan bertempat di Hotel the Rinra, Makassar. Koordinasi AHS dihadiri oleh Tim dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Gubernur SKA Wilayah VI, Rektor SKA Wilayah VI, Dekan fakultas kedokteran SKA Wilayah VI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi SKA Wilayah VI, rumah sakit pendidikan SKA Wilayah VI, serta Tim AHS UNHAS. Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, dr. Anang S. Otoluwa., perwakilan Universitas, diwakili oleh Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp. G.K., dan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes. Koordinasi ini bertujuan untuk mendukung misi Asta Cita dan Diktisaintek Berdampak untuk bidang kesehatan, serta untuk mendukung implementasi UU No.17/2023 tentang Kesehatan dalam hal peningkatan akses dan kualitas pendidikan tinggi untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan, Mendiktisaintek telah meluncurkan program akselerasi pemenuhan dan distribusi dokter spesialis/subspesialis di tiap wilayah melalui sistem kesehatan akademik (SKA).
Sekjen Dikti, Prof. Dr. med. Setiawan, dr. dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran SKA sebagai jembatan antara akademisi dan praktisi kesehatan. “SKA harus menjadi pusat integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pelayanan. Dengan koordinasi yang baik, mutu lulusan kedokteran meningkat, penelitian lebih aplikatif, dan layanan kesehatan semakin optimal,” ujarnya
Sementara itu, Koordinator SKA Wilayah VI menyampaikan bahwa forum ini juga menjadi ajang konsolidasi dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti pemerataan tenaga kesehatan, kebutuhan inovasi riset, serta kesiapan menghadapi transformasi digital di bidang kesehatan. Beberapa poin utama yang menjadi fokus koordinasi antara lain: penguatan kurikulum kedokteran berbasis kebutuhan layanan kesehatan, kolaborasi riset terapan antara perguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan, pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pembelajaran dan pelayanan kesehatan, pemerataan tenaga kesehatan melalui program berbasis wilayah kerja sama, tata kelola SKA agar lebih adaptif terhadap kebijakan nasional dan kebutuhan lokal.
Rencana aksi SKA dimulai dengan sambutan dari Dekan FK UNHAS, Rektor Universitas Hasanuddin, dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, dilanjutkan dengan rencana aksi satgas akslerasi pemenuhan dan distibusi tenaga medis spesialis/subspesialis, diskusi dan pembahasan dengan satgas akselerasi pemenuhan dan distribusi tenaga medis spesialis/subspesialis, dan diakhiri dengan klinik pembukaan prodi ppds ahs wilayah VI (FK mitra dan FK Pengusul): pendalaman kesiapan untuk submit usulan ke SIAGA.
Kedepannya, FK UNG akan membuka Program Studi Spesialis Anatesi setelah persyaratan terpenuhi. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat jaringan SKA Wilayah VI, baik dalam aspek pendidikan dokter, riset kolaboratif, maupun pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan dukungan dari Dikti, SKA diharapkan mampu menjadi model sinergi pendidikan dan layanan kesehatan yang berkelanjutan. Koordinasi SKA Wilayah VI bersama Sekjen Dikti menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas institusi. Komitmen bersama yang dibangun dalam forum ini diharapkan mampu mewujudkan sistem kesehatan akademik yang lebih terintegrasi, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan bangsa.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran