
Universitas Negeri Gorontalo melalui publikasi di Jambura Axon Journal mengungkap adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dan daya konsentrasi pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya tekanan akademik dan gaya hidup mahasiswa yang sering mengorbankan waktu istirahat demi tugas serta aktivitas perkuliahan. Penelitian berjudul: Hubungan Antara Kualitas Tidur dan Daya Konsentrasi pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, dilakukan oleh tim peneliti Fakultas Kedokteran UNG yang terdiri dari Indah Pibrian Balqis bersama dosen pembimbing lintas departemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa kedokteran mengalami kualitas tidur yang buruk dan hal tersebut berdampak pada kemampuan konsentrasi belajar mereka.
Dalam penelitian yang melibatkan 128 mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG angkatan 2021–2023, sebanyak 68 persen responden diketahui memiliki kualitas tidur buruk. Sementara itu, 64,1 persen mahasiswa berada pada kategori daya konsentrasi sedang. Analisis statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p sebesar 0,032 atau lebih kecil dari 0,05, yang menandakan adanya hubungan bermakna antara kualitas tidur dan daya konsentrasi mahasiswa. Penelitian ini menjelaskan bahwa mahasiswa kedokteran rentan mengalami gangguan tidur akibat tingginya beban akademik. Kebiasaan belajar hingga larut malam, persiapan ujian, penyelesaian tugas, hingga tekanan psikologis menjadi faktor yang memengaruhi kualitas tidur mahasiswa. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada kemampuan otak untuk mempertahankan fokus dan konsentrasi saat mengikuti proses pembelajaran.
Secara ilmiah, kualitas tidur berkaitan erat dengan keseimbangan hormon melatonin dan serotonin yang berfungsi mengatur ritme tidur serta kesiapan otak dalam berkonsentrasi. Ketika seseorang mengalami tidur yang tidak berkualitas, tubuh dapat mengalami rasa lelah berlebihan, kantuk di siang hari, kecemasan, hingga penurunan fokus belajar. Temuan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu belajar, tetapi juga kualitas istirahat yang dimiliki mahasiswa. Tidur yang cukup dan berkualitas dinilai mampu meningkatkan performa kognitif, memperbaiki fokus, serta membantu mahasiswa menyerap materi pembelajaran secara optimal.
Penelitian tersebut juga merekomendasikan agar perguruan tinggi turut menciptakan lingkungan belajar yang mendukung konsentrasi mahasiswa. Upaya seperti pengelolaan jadwal akademik yang lebih sehat, edukasi pola tidur, serta pembatasan distraksi selama proses belajar dapat menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan pendidikan tinggi. Melalui hasil penelitian ini, Fakultas Kedokteran UNG berharap mahasiswa semakin menyadari pentingnya menjaga pola tidur sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan penunjang prestasi akademik. Studi ini juga membuka peluang penelitian lanjutan mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi konsentrasi belajar mahasiswa di era modern.
Author: Indah Pibrian Balqis, Muhammad Isman Jusuf, Sri Manovita Pateda, Yuniarty Antu, Cecy Rahma Karim
Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/axon/article/view/29318
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran