
GORONTALO — Momen Wisuda ke-60 Universitas Negeri Gorontalo yang digelar pada 14 April 2026 di Auditorium UNG tidak hanya menjadi ajang pengukuhan akademik, tetapi juga panggung lahirnya pesan inspiratif dari generasi muda. Salah satu lulusan Fakultas Kedokteran, Taufiqullah Zaki Baruwadi, dipercaya mewakili wisudawan untuk menyampaikan kesan dan pesan di hadapan ribuan hadirin.
Dalam pidatonya, Zaki menegaskan bahwa UNG bukan sekadar tempat menempuh pendidikan formal, melainkan ruang pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan. “UNG mengajarkan kami bukan hanya mengejar gelar, tetapi menjadi manusia yang utuh, dengan visi unggul dan berdaya saing. UNG telah memberikan kami bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang tumbuh—belajar ilmu sekaligus kehidupan,” ujar Zaki.
Ia juga menekankan bahwa kecerdasan akademik semata tidak cukup tanpa diiringi integritas dan tanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan sejati hanya dapat diraih melalui keseimbangan antara pengetahuan, karakter, dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan. “Bukan hanya menyusun gagasan, tetapi membangun keteguhan. Kecerdasan tidak cukup tanpa integritas, dan keberhasilan tidak akan tercapai tanpa tanggung jawab,” lanjutnya.
Di balik pencapaiannya, Zaki mengakui bahwa perjalanan akademiknya tidak selalu mulus. Ia kerap menghadapi komentar negatif, namun memilih menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang dan membuktikan kapasitas diri. “Saya percaya, suatu saat keberhasilan akan menjadi jawaban bahwa mahasiswa kedokteran dari UNG juga mampu bersaing dan meraih prestasi tinggi,” ujarnya optimistis.
Selama menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, Zaki mencatatkan berbagai prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Ia pernah menjadi delegasi tunggal dalam program pertukaran pelajar ASEAN Medical Student Exchange, aktif sebagai pengurus nasional FULD FK pada divisi kedokteran Islam internasional, serta meraih penghargaan Best Oral Presentation pada pertemuan ilmiah Perhimpunan Anatomi Indonesia tahun 2025.
Kehadiran figur seperti Zaki dinilai merepresentasikan kualitas lulusan UNG yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya juang, kepemimpinan, dan wawasan global. Momentum wisuda ini sekaligus menjadi penegasan peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi profesional yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional, khususnya di sektor kesehatan.