
MALANG — Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) menjalani stase Ilmu Kedokteran Kegawatdaruratan dan Bencana (IKKB) di RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, salah satu rumah sakit rujukan nasional sekaligus pusat pelatihan kedokteran kegawatdaruratan di Indonesia. Stase ini berlangsung selama dua pekan, pada 17–30 November 2025
Pelaksanaan stase IKKB tersebut menjadi bagian penting dalam pendidikan profesi dokter FK UNG, khususnya dalam menyiapkan calon dokter yang memiliki kesiapsiagaan tinggi terhadap kondisi darurat medis dan kebencanaan. Melalui pembelajaran berbasis layanan di rumah sakit rujukan nasional, mahasiswa memperoleh pengalaman klinis langsung dalam menghadapi kasus-kasus kegawatdaruratan dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Selama menjalani stase, mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai aktivitas klinis di Instalasi Gawat Darurat RSSA. Kegiatan tersebut meliputi tindakan resusitasi jantung paru (RJP) pada pasien henti jantung, pemasangan nasogastric tube (NGT), kateter urin, hingga pengambilan dan pengantaran sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium dan analisis gas darah (AGD). Mahasiswa juga mendapatkan bimbingan pemeriksaan USG FAST sebagai bagian dari penilaian cepat pasien trauma.
Selain keterampilan teknis, mahasiswa mengikuti diskusi kasus secara intensif bersama para konsulen dan dokter spesialis emergensi RSSA, di antaranya dr. Yuddy Imowanto, Sp.EM., KEC., dr. Hartadi Tanjoyo, Sp.EM., dr. Suryanto Eko Nugroho, Sp.EM., KDM., serta dr. Munsifah Zaiyanah, Sp.EM., K.Tox. Diskusi tersebut membahas penatalaksanaan pasien gawat darurat, pengambilan keputusan klinis cepat, serta manajemen pasien kritis di ruang IGD.
Mahasiswa FK UNG juga mengikuti Lecture International Trauma Life Support (ITLS) yang diselenggarakan oleh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Emergency Medicine FK Universitas Brawijaya–RSSA. Kegiatan ini memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap standar internasional penanganan trauma dan kegawatdaruratan.
Stase IKKB ini dirancang untuk membentuk kompetensi klinis, ketangguhan mental, serta kemampuan bekerja dalam tim multidisiplin—kompetensi yang krusial dalam pelayanan gawat darurat dan penanganan bencana. Mahasiswa dilatih untuk bekerja dalam tekanan tinggi, dengan tuntutan ketepatan, kecepatan, dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.
Melalui pelaksanaan stase di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, FK UNG menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sumber daya manusia kesehatan nasional. Pendidikan dokter yang berorientasi pada kegawatdaruratan dan kebencanaan dinilai strategis dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan Indonesia, terutama di wilayah rawan bencana dan situasi krisis.
Pengalaman klinis di rumah sakit rujukan nasional ini diharapkan mampu membekali mahasiswa FK UNG tidak hanya dengan keterampilan medis yang unggul, tetapi juga dengan empati sosial, profesionalisme, dan kesiapsiagaan sebagai calon dokter yang siap mengabdi di berbagai kondisi darurat di seluruh Indonesia.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran