
Malang – Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter batch iIVtelah melaksanakan stase Ilmu Kedokteran Kegawatdaruratan dan Bencana (IKKB) di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, salah satu rumah sakit rujukan nasional yang menjadi pusat pelatihan kedokteran kegawatdaruratan di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 1 – 15 Desember 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan visi program studi pendidikan profesi, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menangani kasus-kasus gawat darurat serta penanganan medis pada situasi bencana. Beberapa kegiatan mahasiswa selama stase IKKB di RSSA, yaitu indakan RJP pada jaga malam, Diskusi kasus bersama dr. Yuddy Imowanto, Lecture International Trauma Life Support (ITLS) bagi MPPD FK UB dan FK UNG putaran RSSA stase EM oleh MPPDS Emergency Medicine FK UB-RSSA, Pemasangan NGT pada jaga pagi, Pemasangan kateter pada jaga pagi, jaga malam diskusi dengan dr. Hartadi Sp. EM bersama DM Emergency FK UB, Pemasangan kateter urin pada jaga pagi, Diskusi Kasus pada jaga pagi bersama dr. Suryanto Eko Agung, Sp.Em,KDM., Bimbingan USG FAST bersama residen EM, diskusi kasus jaga bersama konsulen EM dr. Yuddy Imowanto, Sp.EM.KEC, Diskusi kasus jaga bersama konsulen EM dr. Munsifah Zaiyanah, Sp.EM.KTox, Pengantaran sampel darah pasien untuk pemeriksaan laboratorium, Diskusi kasus jaga bersama konsulen EM FKUB dr. Suryanto Eko Nugroho, Sp.EM., KDM, RJP pasien cardiac arrest IGD RSSA Malang, Pengantaran sampel darah Lab RSSA Malang Pengambilan sampel darah arteri untuk pemeriksaan AGD RSSA Malang, Penbimbingan pemasangan infus oleh PPDS EM FKUB RSSA Malang, Diskusi kasus jaga pagi bersama konsulen EM FKUB RSSA Malang dr. Yuddy Imowanto, Sp.EM., KEC, Diskusi kasus jaga bersama konsulen EM FKUB dr. Munsifah Zaiyanah, Sp.EM., KTox., dan Diskusi kasus jaga bersama konsulen EM FKUB dr. Hartadi Tanjoyo, Sp.EM.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran Univeritas Negeri Gorontalo menegaskan komitmennya dalam mencetak dokter muda yang tanggap, sigap, unggul, berdaya saing, dan profesional dalam menghadapi situasi darurat medis dan kebencanaan, sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di Indonesia. Selain itu, diharapkan dapat memiliki kemampuan klinis, empati sosial, dan ketangguhan profesional dalam memberikan pelayanan di situasi kritis maupun bencana dan dapat menanamkan nilai kesiapsiagaan, empati, dan profesionalisme sebagai calon dokter yang siap melayani di berbagai situasi darurat.